MRP: Orang Papua Tidak Minta Pemekaran | Pasific Pos.com

| 6 December, 2019 |

Ketua MRP, Timotius Murib Ketua MRP, Timotius Murib

MRP: Orang Papua Tidak Minta Pemekaran

Headline Penulis  Selasa, 05 November 2019 22:13 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Aspirasi permintaan pemekaran daerah wilayah Papua bukan murni dari masyarakat asli Papua.

Penegasan itu disampaikan  Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP), Timotius Murib disela-sela HUT MRP tahun 2019 di Jayapura, Senin (4/11/2019).

"Aspirasi soal pemekaran provinsi di Papua itu saya pikir bukan murni dari rakyat. Orang Asli Papua belum pernah menyampaikan aspirasi  pemekaran kepada MRP, yang bicara  pemekaran hari ini adalah pejabat-pejabat mengatasnamakan rakyat Papua," ujarnya.

Dikatakan, merujuk pada pasal 67 UU 21 Tahun 2001 untuk pembentukan provinsi di tanah Papua itu harus mendapatkan rekomendasi atau pertimbangan dari MRP. MRP tentu tidak akan memberikan rekomendasi pemekaran itu.

"kalau Pemerintah Pusat dorong pemekaran sesuai hasil kajian dari Intelejen. saya pikir itu keliru. Hari ini seharusnya kita bicara bagaimana mensejahterahkan masyarakat Papua dulu. Sebab, sekarang pemekaran kabupaten sudah cukup banyak tapi jsutru pengungsi banyak, Puncak Jaya sekarang siapa yang nikmati, orang sudah lari semua akibat kekerasan disana, di Nduga sudah 400 sekian pengungsi trus kabupaten itu siapa yang nikmati," tegasnya.

Sebenarnya MRP bicara bagaimana penggabungan puncak jaya kembali ke Paniai, atau Nduga kembali ke Wamena. Keliru kalau sekarang ini pejabat pejabat setelah dua periode karena tidak ada jabatan lagi, bicara pemekaran. Sangat salah dan sangat keliru. Tidak boleh bicara pemekaran, MRP menolak Pemekaran.

"Kalau dipaksakan, karena menurunt Mendagri itu sudah matang ? kalau dipaksakan itu sama saja jakarta datangkan peti mayat banyak banyak untuk orang asli Papua, karena mati gara gara pemekaran, nanti kubur bawa di Jakarta sana jangan kubur Papua sini," pungkasnya.

Dibaca 103 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik