Sosialisasi Agroklimat, Target Tidak Hanya Penyuluh | Pasific Pos.com

| 16 December, 2019 |

Kepala Bidang Informasi BMKG Pusat, Marzuki (foto:iis) Kepala Bidang Informasi BMKG Pusat, Marzuki (foto:iis)

Sosialisasi Agroklimat, Target Tidak Hanya Penyuluh

Papua Selatan Penulis  Senin, 04 November 2019 12:05 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Sosialisasi agroklimat demi terwujudnya ketahanan pangan dengan peningkatan pemahaman adaptasi dan mitigasi iklim yang dilaksanakan pihak BMKG Stasiun Klimatologi Tanah Miring di Coreinn Hotel belum lama ini, merupakan rangkaian dari kegiatan sekolah lapang iklim yang diusung BMKG. Adapun target yang hendak dicapai tidak hanya untuk para penyuluh tetapi juga mencakup pihak lain yang terkait seperti Babinsa, universitas dan sejumlah stake holder.

“Tujuannya agar mereka dapat memahami lebih mendalam tentang informasi BMKG sehingga dapat diimplementasikan di bidang kerja masing-masing. Pihak-pihak ini memiliki peranan masing-masing sehingga sangat penting. Misalnya untuk perguruan tinggi yang dapat melakukan kajian, pihak Babinsa dapat mengawal proses tanam dan dari stake holder lainnya seperti Dinas Perkebunan maka dapat merevikasi untuk di wilayahnya,”jelas Kepala Bidang Informasi BMKG Pusat, Marzuki kepada wartawan di sela-sela sosialisasi.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, untuk sekolah lapang iklim memang lebih fokus untuk ketahanan pangan dengan target para penyuluh dan pengambil kebijakan di sejumlah dinas. Namun untuk dua tahun terakhir ini pihaknya telah menargetkan tidak hanya di sektor pangan tetapi juga di sektor-sektor yang lain. Adapun kendala yang masih dihadapi di lapangan lebih kepada masalah prilaku karena masih ada petani dan penyuluh yang belum memiliki kesadaran tentang pemanfaatan informasi iklim. Padahal informasi tersebut sebenarnya sudah ada namun fakta di lapangan, diakui petani dan penyuluh yang ada masih mengikuti pola-pola bersifat konvensional. Di satu sisi, pola konvensional sangat beresiko mengingat iklim yang ada kerap mengalami pergeseran.

Dibaca 48 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX