Dinas Kehutanan Ditantang Orbitkan Pengusaha Kayu OAP | Pasific Pos.com

| 21 January, 2020 |

Pembukaan kegiatan Rapat Kerja Teknis Rehabilitasi Lahan dan Kebakaran Hutan Provinsi Papua di Jayapura, Selasa (29/10/2019) malam. Pembukaan kegiatan Rapat Kerja Teknis Rehabilitasi Lahan dan Kebakaran Hutan Provinsi Papua di Jayapura, Selasa (29/10/2019) malam.

Dinas Kehutanan Ditantang Orbitkan Pengusaha Kayu OAP

Info Papua Penulis  Rabu, 30 Oktober 2019 13:00 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,-  Pengelolaan hutan di wilayah Provinsi Papua harus membawa berkah kepada masyarakat asli Papua. Sebab, masyarakat Papua selama ini rasanya belum benar-benar merasakan manfaat dari kekayaan hutan Papua.

Penegasana itu disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan Sekda Papua, Doren Wakerkwa ketika membuka kegiatan Rapat Kerja Teknis Rehabilitasi Lahan dan Kebakaran Hutan Provinsi Papua di Jayapura, Selasa (29/10/2019) malam.

Menurut Doren, Papua punya hutan kayu yang besar, tetapi apakah ada Orang Asli Papua (AOP) yang menjadi pengusaha penggergajian kayu atau Somel (Sawmill).

“saya sendiri belu kayu dari teman orang Toraja punya somel, saya tanyakan apakah ada orang asli Papua punya somel, katanya tidak ada,”  kata Doren.

Oleh karena itu, Doren dengan tegas minta kepada Dinas Kehutanan Provinsi Papua dan Kabupaten/kota kedepan harus bisa orbitkan anak-anak asli Papua untuk menjadi pengusaha kayu.

“Dinas Kehutanan coba programkan, berikan masyarakat mesin pemotong kayu, berdayakan masyarakat agar hutan kayu dimanfaatkan kesejahteraan masyarakat Papua,” katanya.

Menanggapi tantangan Asisten I Sekda Papua, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua, Yan Yap Ormuseray mengakui jika, menjadikan Orang asli Papua sebagai pengusaha kayu jadi pergumulan Gubernur Papua, bagaimana orang Papua menjadi tuan di negerinya sendiri.

Oleh karena itu, sejak tahun 2015 lalu, Bapak Gubernur telah bertemu langsung dengan Menteri Kehutanan dan permintaan ketika itu bahwa tolong kasih izin untuk orang asli Papua bagaimana orang asli Papua punya sawmill sendiri, namun sampai hari ini kami masih menunggu izin dari Kementerian Kehutanan tersebut.

Namun demikian, kata Ormuseray, pihaknya terus melakukan pendektana dengan KPK RI didukung oleh Mitra pembangunan lain untuk melakukan pendekatan dengan Kementerian sehingga diharapkan dalam waktu dekat atau pada periode kepemimpinan bapak presiden sekarang ini bisa memperhatikan kepentingan masyarakat Papua untuk mendapatkan akses legal, sehingga masyarakat bisa tebang kayu sendiri.

“kalau masyarakat bisa menebang kayu sendiri, tentu dapat meningkatkan kehidupan mereka, dan itu menjadi poin penting, maka kami harapkan dukungan dari semua mitra kehutanan, mari kita bersama-sama berjuang agar izin pengelolaan kayu oleh masyarakat adat bisa dikeluarkan Kementerian Kehutanan dalam tahun ini,” pungkasnya.

Dibaca 96 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik