10 OPD Belum Rampungkan Draf Penyusunan APBD 2020 | Pasific Pos.com

| 15 November, 2019 |

Muhammad Musa’ad Muhammad Musa’ad

10 OPD Belum Rampungkan Draf Penyusunan APBD 2020

Info Papua Penulis  Selasa, 22 Oktober 2019 15:42 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Sebanyak 10 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemerintah Provinsi Papua tingkat provinsi, diminta untuk segera merampungkan penyusunan draft Rancangan Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD) 2020.

Asisten II Provinsi Papua Muhammad Musa’ad di Jayapura, mengaku jika hingga saat ini masih ada 10 SKPD yang berproses  untuk penyusunan APBD 2020. “Kita harap selesai secepatnya karena setelah itu, dokumen akan bisa disampaikan ke DPR Papua untuk proses sidang,” katanya kepada wartawan di Jayapura akhir pekan kemarin.

Musa’ad mengharapkan pengesahan Rancangan APBD 2020, dibahas bersama dengan Anggota DPR Papua yang lama. Sebab jika pengusulannya menunggu sampai dengan dilantiknya anggota legislatif baru, maka dikhawatirkan pengesahannya bakal mengalami keterlambatan.

“Kalau pembahasan dimulai setelah Anggota DPR Papua yang baru dilantik, maka penetapannya  bisa telat. Sebab ada proses lain seperti penetapan pimpinan dewan, kemudian alat kelengkapan dewan dan lainnya, yang bisa melewati batas waktu hingga bulan desember,” terang dia.

Oleh karenanya, Musa’ad mengimbau agar 10 OPD bekerja keras menyelesaikan penyusunan Rancangan APBD 2020 dalam waktu yang relatif singkat. Sehingga proses pembahasan dan penetapan Rancangan APBD 2020 tersebut, dapat diselesaikan secepatnya.

Ia pastikan dalam waktu dekat  Gubernur Papua bakal melantik dan 35 Kepala OPD hasil reformasi birokrasi .

Pihaknya pun mengimbau Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Papua untuk melakukan penataan kelembagaan maupun kepegawaian dengan merujuk pada 35 OPD baru tersebut.

“Yang pasti distribusikan lah pegawai sesuai kompentesi maupu kebutuhan kelembagaan di masing-masing instansi,” imbaunya.

Dibaca 70 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX