Theresia Mahuze: KPU Merauke Optimis, Siap Laksanakan Pilkada | Pasific Pos.com

| 21 January, 2020 |

Ketua KPU dan tamu undangan saat menghadiri doa bersama (foto:iis) Ketua KPU dan tamu undangan saat menghadiri doa bersama (foto:iis)

Theresia Mahuze: KPU Merauke Optimis, Siap Laksanakan Pilkada

Papua Selatan Penulis  Senin, 21 Oktober 2019 11:35 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Ketua KPU Merauke, Theresia Mahuze, SH menegaskan bahwa KPU Merauke optimis dan siap melaksanakan tahapan pilkada 2020 mendatang. Namun begitu, kesiapan KPU tidak terlepas dari peran serta Pemda yang telah memberikan dukungan dalam hal anggaran karena tahapan ini tidak akan bisa berjalan tanpa ada anggaran. “Puji Tuhan, Alhamdulilah, beberapa waktu lalu kami telah menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) yang dilakukan antara KPU Merauke dan Pemda Merauke. Dengan penandatanganan ini menunjukkan bahwa KPU Merauke telah siap melaksanakan tahapan dan akan segera dilaksanakan, khususnya untuk tahapan sosialisasi,”jelasnya pada acara doa bersama dalam rangka mengawali tahapan pilkada serentak 2020 di halaman Kantor KPU Sabtu lalu.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, beberapa waktu lalu kita telah melaksanakan pemilihan presiden dan legislatif. Namun kita masih memiliki satu PR lagi, yaitu melaksanakan pemilihan bupati 2020. Di Indonesia ada 9 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota yang melaksanakan pilkada sedangkan untuk Papua ada 11 kabupaten, salah satunya Merauke yang akan melaksanakan pesta demokrasi tersebut. Terkait dengan tahapan pelaksanaan pilkada ini maka beberapa waktu lalu KPU telah menghadiri launching pilkada serentak secara nasional di Jakarta pada 23 September 2019 kemudian diikuti dengan launching pilkada tingkat provinsi pada 4 Oktober 2019 di Jayapura.

Khusus untuk launching di tingkat kabupaten maka KPU Merauke melaksanakan pada 19 Oktober 2019 yang dikemas dalam bentuk doa bersama dari lima agama yang ada guna mengawali seluruh tahapan pilkada. Sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 15 Tahun 2019 tentang tahapan, jadwal dan program pemilihan gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, walikota dan wakil walikota dilaksanakan pada September 2020. Namun untuk tahapannya mulai dilaksanakan tahun ini dan diakui merupakan tahapan yang cukup panjang dan berat.

Sementara itu Sekda Merauke, Drs.Daniel Pauta mengemukakan bahwa Merauke merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Papua yang akan melaksanaka Pilkada serentak tahun 2020. Oleh sebab itu ia meminta semua pihak, baik pihak penyelenggara, pihak pendukung, pihak organisasi politik yang akan mengusung kandidat dan seluruh masyarakat agar dapat terlibat aktif dan memelihara kedamaian serta persatuan kesatuan di daerah ini. Sebab apapun yang kita lakukan namun jika tidak bersatu dan tidak rukun satu sama lain maka tidak akan berhasil sesuai harapan.

“Kami berharap KPU dapat memberikan kontribusi yang terbaik untuk kabupaten ini, begitu pula dengan Bawaslu yang akan bersikap profesional mengawasi jalannya Pilkada. Masyarakat juga dapat berperan dengan menyampaikan kepada pihak yang berwenang ketika mengetahui terjadi pelanggaran,”ujar Sekda. Ia mengharapkan pada tahun 2020 nanti, Merauke akan mendapatkan pimpinan yang amanah dan dapat mencurahkan perhatian sebesar-besarnya kepada masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Kabag Ren Polres Merauke, Kompol Bangheli mengemukakan bahwa sejak awal pentahapan hingga nanti pelaksanaan Pilkada, pihak aparat yang terdiri dari jajaran TNI dan Polri akan selalu siap mengawal jalannya pesta demokrasi sehingga berjalan dengan aman.

“Dengan dilaksanakannnya doa bersama ini, mari kita tumbuhkan rasa cinta damai di Kota Merauke. Apa yang sudah digariskan oleh aturan dan hukum, itulah yang menjadi pedoman,”ujarnya. Hal senada juga ditegaskan Tokoh Masyarakat Papua Selatan, Johanes Gluba Gebze bahwa panggung KPU adalah sesuatu yang sederhana namun kehebatan panggung ini bukan yang paling penting melainkan amanah yang dijalankan oleh panggung yang sederhana itulah yang paling penting bagi kita semua.

“Seluruh utusan Allah dan semua orang yang hadir di sini bukan orang yang sedang bermain-main atau orang sembarangan. Namun orang-orang yang mau dipakai Tuhan, dipakai oleh negara dan tanah ini untuk melahirkan sesuatu yang sesuai dengan kehendak pemberi atau penganugerah tanah ini,”ujar mantan bupati ini dengan lugas. Menurutnya, KPU akan menjadi tempat yang ramai dan menjadi tempat yang penting untuk beberapa hari ke depan untuk menjadi alat Tuhan, alat negara, alat masyarakat dan alat demokrasi dalam melakukan amanah teragung dan termulia.

Dibaca 78 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik