Selamat Jalan Ibu Santje J.A Wanggai Sang Aktivis Kemanusian | Pasific Pos.com

| 17 November, 2019 |

Selamat Jalan Ibu Santje J.A Wanggai Sang Aktivis Kemanusian

Lintas Daerah Penulis  Minggu, 20 Oktober 2019 23:06 0
Beri rating artikel ini
(1 Voting)
Waropen- Setelah disemayamkan sejak kamis 17 Oktober 2019, Jenasa Ibu Santje J.A Wanggai istri dari Wakil Bupati Waropen Hendrik Wonatorey,S.Sos dimakamkan Sabtu (19/10/2019). 
 
Banyaknya warga yang hadir mengucapkan perpisahan terahir juga dihadiri oleh Bupati Kepulauan Yapen Tonny Tesar, Wakil Bupati Yapen Frans Sanadi, Dandim 1709 Yawa Letkol Inf Leon Pangaribuan dan Ketua Pengadilan Negeri Serui Yance Patiran, selain itu juga dihari oleh Bupati Waropen Yermias Bisai bersama Ketua TP PKK Kabupaten Waropen Ny Grace Bisai.
 
Usai Doa Bersama yang dipimpin oleh oleh Pdt. Otniel Marini,M.Th, Jenasa Ibu Santje J.A Wanggai dilepaskan dan selanjutnya diatar ketempat peristrahatan terahir di kampung Rorisi Distrik Ureifaisei dengan Iring-iringan kendaraan.
 
Almarhuma mama terkasih Sanje Jakoba Animirohi Wanggai,S.Sos selama hidupnya dikenal sebagai sosok seorang Ibu Rumah Tangga yang berkepribadian rendah hati, ramah, santun, punya banyak kenalan dan selalu menghargai sesama.
 
Hal tersebut dikatakan Yermias Maurids Mofu sebagai keluarga saat membacakan riwayat hidup almarhum, di rumah duka kediaman Wakil Bupati Waropen Hendrik Wonatorey, sabtu (19/10). Almarhuma merupakan Idola di tengah keluarga besar Wanggai, tapi juga di tengah keluarga besar Wonatorey dan Suweny dengan keterampilan dan keramahannya selalu menyapa sesama dengan kelembutan yang penuh Kasih.
 
Almarhuma semasa hidupnya bekerja dengan setia dan tanpa pamri, juga terus dalam ketekunan mendampingi Suami terkasihnya telah menabur benih-benih terbaik dalam suatu pergumulan dengan penuh harapan bahwa kelak akan menuai hasilnya dalam berkat yang asalnya dari Tuhan. Semuanya telah terbukti sesuai Firman Tuhan bahwa setiap orang yang menabur dengan setia dan mencucurkan air mata, maka akan menuai dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya dengan penuh sukacita.
 
Almarhuma mama terkasih Santje J.A Wanggai yang kesehariaannya di sapa oleh anak-anak dan cucu-cucu serta semua Sufado Wonatorey – Wanggai dengan sapaan Mama Wona atau Nene Wona, kini wajahnya secara nyata tak dapat dilihat lagi, namun budi baiknya, karyanya dan Jasanya selalu dikenang sepanjang masa.
 
Lanjut Yermias Maurids menjelaskan bahwa, Almarhuma menderita sakit dalam kurung waktu yang cukup panjang selama kurang lebih 3 (tiga) tahun sejak tahun 2016 sampai tahun 2019. (AF)
Dibaca 55 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.