Dua Mahasiswi UGM asal Papua dan Maluku Magang di KBRI Moskow | Pasific Pos.com

| 19 October, 2019 |

Dua Mahasiswi UGM asal Papua dan Maluku Magang di KBRI Moskow

Headline Penulis  Kamis, 20 Agustus 2015 19:04 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Petty Waine : Saya Bangga dapat Kesempatan Belajar Kebudayaan Warga Rusia

Jayapura,- Dua mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (UGM) asal Papua dan Maluku mengikuti Program kegiatan Magang di Kedutaan Besar Repubik Indonesia (KBRI) Moskow, Rusia. Proses magang itu telah dilakoni kedua mahasiswi itu sejak 10 Agustus 2015 lalu.
Magang kedua putri kebanggaan masyarakat Papua dan Maluku tersebut, Maria Goretty Petty Ika Cintya Waine asal Papua dan Rosalon Imelda Clara Sikteubun asal Maluku, merupakan salah satu proses menimba ilmu guna mencapai cita-cita mereka menjadi Diplomat RI jurusan Hukum di  UGM.
Maria Goretty Petty Ika Cintya Waine, putri dari pejabat nomor tiga di Kepolisian Daerah Papua mengaku banga bisa mengikuti proses magang di KBRI Moskow. Apalagi, bisa menambah wawasan ilmu bersama dengan teman karibnya di UGM, tentu menjadi pengalaman tak terlupakan.
“Saya bersama teman saya Imelda merasa bangga, karena diterima untuk mengikuti magang di KBRI Moskow demi menambah wawasan dan ilmu untuk menggapi cita-cita kami ketika lulus di Universitas Gajah Mada,” kata Petty Waine melalui pesan elektroniknya, Rabu (18/8).
Kepada Pasific post, Petty Waine sempat menceriterakan ketika dia bersama temannya baru tiba di Moskow. Dia mengandalkan aplikasi Google Maps untuk mencari tempat penginapan seketika itu dengan penguasaan bahasa yang minim.
“Tinggal di hotel itu, karena saya datang sehari lebih awal dari jadwal booking saya, “it was my mistake”. Saat pindah ke hotel yang lebih murah, kami tidak menggunakan taxi atau transportasi lainnya, karena melalui Google Maps hanya 10 menit jalan kaki, ya cukup nekat memang,” akunya.
Petty Waine, anak kedua dari Irwasda Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Petrus Waine menjelaskan proses magang di KBRI Moskow akan dilaluinya selama dua bulan kedepan. “Salah satu magang yang kami laksanakan adalah tentang kajian hokum perdagangan Internasional,” kata dengan perasaan bangga.
Petty Waine pun mengaku diterima baik oleh Duta Besar Indonesia untuk Rusia, Djauhari Oratmangun ketika dia bersama temannya memasuki KBRI Moskow. “Kami mendapatkan pujian, setelah kami berdua masuk ke KBRI. Mereka menilai kami punya kemampuan dalam berbahasa Ingris,” tuturnya.
Namun, Petty Waine juga tak menampik dirinya merasa was-was sebelum memasuki KBRI Moskow, hingga dia pun memutuskan menguratu Duta Besar Indonesia untuk Rusia, Djauhari Oratmuangun. “Ternyata kami diterima, sehingga kami berterimakasih dan kami akan berusaha agar magang selama kurang lebih dua bulan ini mendapatkan hasil yang baik,” tukas Petty Waine.
Dalam program magang di KBRI Moskow ini, Petty Waine mengaku bertemu dengan mahasiswa Universtiwas yang terkenal di Indonesia maupun Negara lain. “Banyak teman-teman di Moskow, karena bukan cuma kami yang magang di Moskow, tapi mahasiswa lain dari Indonesia maupun negara lain,” urainya.
Petty Waine ketika mengikuti Magang di Moskow merasa sudah Fit-In wajahnya dengan dunia International, yang hingga kini telah mengantongi beberapa Negara sebagai tebakan orang-orang seperti, India, Brazil, Spanyol, dan Amerika.
“Orang menebak itu mungkin hanya bunyi dan memang saya fasih berbahasa Jawa maupun berbahasa Indonesia, tapi belum bisa berbahasa Rusia, apalagi mau tawar harga barang di Usia. Jujur, saya memang setengah Papua dan Jawa dan tidak jarang dikira orang Maluku,” ucapnya disambut tawa.
Bagi Petty Waine, Rusia tak seperti dalam benaknya selama ini, yang mengira Rusia adalah Negara yang dingin dan kaku (baik dalam arti secara harafiah dan metafora). Dia pun merasa beruntung karena kepergiannya saya ke Moscow ditemani oleh teman baiknya, Imelda Clara Sikteubun.
“Harus saya akui, betapa media dunia sangat begitu mengacu pada Negara-negara Adidaya lainnya, yang mana menurut saya sering kali memojokkan Rusia, namun saya tetap  Rusia merupakan daerah saya sendiri,” tuturnya.
Berdasarkan semua hal yang dilalui di Rusia, Petty Waine, menganggap opini yang selama ini didapat dari luar, tidak sepenuhnya dapat disimpulkan benar.  “Jujur saja, setelah saya mengobrol secara langsung dengan beberapa kawan asal Russia yang fasih berbahasa Inggris dan Indonesia. Saya bisa bilang, pukul rata itu tidak selalu adil. Sama halnya dengan mengeneralisasikan suatu populasi karena satu individu,” katanya lagi.
Selain menimba ilmu di Rusia, Petty Waine juga telah banyak mendapat pengalaman dengan mempelajari kebudayaan Rusia. Dimana, setiap regional memiliki perbedaan sudut pandangnya masing-masing, sama halnya dengan perbedaan karakter tiap individu di bumi ini.
“Kita akui bahwa orang Rusia itu, kalau belum kenal memang kaku banget mukanya. Tapi kalau sudah kenal, kamu bakalan diundang ke rumahnya dan disuguhi makanan sebanyak-banyaknya sampai ngga kuat makan lagi’ – statement of my Indonesian and Russian friends. And it is true!,” celoteh Petty dengan bahasa Inggris campur Indonesia. ( Syaiful)

Dibaca 2958 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.