Dianggap Lalai Gunakan Taping Box, Bappenda Temui Wajib Pajak | Pasific Pos.com

| 17 November, 2019 |

Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Jayapura, Theopilus Hendrick Tegay, S.Sos, M.Si (kemeja putih)saat berbincang dengan salah satu wajib pajak. Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Jayapura, Theopilus Hendrick Tegay, S.Sos, M.Si (kemeja putih)saat berbincang dengan salah satu wajib pajak.

Dianggap Lalai Gunakan Taping Box, Bappenda Temui Wajib Pajak

Kabupaten Jayapura Penulis  Sabtu, 19 Oktober 2019 21:19 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

SENTANI – Lima puluh wajib pajak yang terdiri dari hotel, restoran dan rumah makan di Kabupaten Jayapura yang telah dipasang alat perekam transaksi pajak online (tapping box), sebagian diantaranya ditemukan lalai menggunakannya alat tersebut.

Berdasarkan temuan tersebut, maka sebagagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tekhnis, Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Jayapura menemui wajib pajak yang dianggap lalai menggunakan tapping box, terutama wajib pajak yang tidak menggubris peringatan dari Bappenda.

Tindakan Bappenda turun menemui wajib pajak yang tidak menggunakan alat perekam tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Jayapura, Theopilus Hendrick Tegay, S.Sos, M.Si

“Kami telah memasang tapping box di 20 wajib pajak, dari keseluruhan jumlah wajib pajak tersebut tidak sepenuhnya menggunakan alat perekam tersebut, sehingga kami turun langsung mengecek sekaligus memberikan terguran,” ujar Tegay disela-sela pertemuan pihaknya bersama manajemen Hotel Grand Allison, Jumat (18/10) sore.

Dirinya menjelaskan, pemasangan alat perekam tersebut dilakukan bertujuan untuk merekam segala jenis transaksi makan dan minuman yang disajikan bagi pengunjung hotel, restoran dan rumah makan. Selain itu juga jumlah pengunjung yang menginap di hotel.

Dijelasakan, melalui alat perekaman itu akan diketahui oleh pihak Bappenda berapa pajak yang akan masuk sebagai pendapatan asli daerah dari wajib pajak. Sehingga kedepannya, semua pendapatan dari sektor pajak hotel, restoran dan rumah makan dapat terpantau dengan baik.

Tegay membantah keras jika ada pihak wajib pajak atau pihak lain yang menyebut bahwa pemasangan tapping box sebagai upaya pihaknya mengambil hak para wajib pajak.

Sebab menurutnya, keberadaan alat perekam di hotel, restoran dan rumah makan adalah sepenuhnya untuk mempermudah penagihan pajak yang merupakan kewajiban dari para wajib pajak itu sendiri.

Disinggung mengenai, wajib pajak yang sampai dengan batas waktu tertentu tidak menggunakan tapping box, pejabat yang telah bergelut di bidang pendapatan daerah selama belasan tahun ini menegaskan, wajib pajak tersebut akan dilaporkan kepada KPK untuk selanjutnya KPK yang dapat menindaklanjuti.

“Kami setiap saat didesak oleh KPK untuk melaporkan mengenai perkembangan dari pemasangan alat perekam atau tapping box, sehingga ada wajib pajak yang tidak menggukan alat perekam maka selanjutnya akan di serahkan kepada KPK,” tandasnya.

Pria yang dalam kesehariannya disapa dengan panggilan Theo, mengharapkan supaya semua wajib pajak baik, hotel, restoran dan rumah makan yang telah dipasang alat perekam atau tapping box supaya dapat menggunakannya sebagai bentuk pemenuhan terhadap kewajiban sebagai wajib pajak.

Dibaca 67 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.