Penerima Santunan Lakalantas Didominasi Usia Produktif | Pasific Pos.com

| 17 November, 2019 |

 Pegawai Jasa Raharja Papua mengunjungi korban kecelakaan lalu lintas di salah satu rumah sakit di Kota Jayapura. (Istimewa) Pegawai Jasa Raharja Papua mengunjungi korban kecelakaan lalu lintas di salah satu rumah sakit di Kota Jayapura. (Istimewa)

Penerima Santunan Lakalantas Didominasi Usia Produktif

Kota Jayapura Penulis  Sabtu, 19 Oktober 2019 21:12 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura – Kepala PT Jasa Raharja Cabang Papua dan Papua Barat, Marganti Sitinjak mengaku prihatin terhadap fenomena yang terjadi pada korban kecelakaan lalu lintas (lakalantas) lantaran didominasi usia produktif.

"Penerima santunan lakalantas mencapai 77,03 persen merupakan usia produktif, hal ini bisa berdampak pada menurunnya kesejahteraan keluarga,” kata Marganti, Jumat (18/10/2019).

Dikatakan, usia terbesar penerima santunan lakalantas berusia 15-54 tahun. Tren ini terus saja meningkat setiap tahun. Hal ini cukup memprihatinkan lantaran korban merupakan generasi muda dan merupakan tulang punggung keluarga.

Sementara itu, dalam kurun waktu 5 tahun yakni 2014-2018, Jasa Raharja Papua dan Papua Barat telah membayar santunan sebesar Rp99.762.321.113.
Sementara pada Januari hingga September 2019, Jasa Raharja telah membayar santunan sebesar Rp20.141.734.877.

Angka tersebut mengalami penurunan 8,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018 atau sebesar Rp1.778.516.719 dari santunan yang dibayarkan sebesar Rp21.920.251.596.

Marganti memastikan penurunan jumlah pembayaran santunan merupakan kinerja yang baik untuk Jasa Raharja cabang Papua dan Papua Barat lantaran sosialisasi maupun edukasi diberbagai tempat seperti dunia pendidikan berjalan efektif.

“Artinya sosialisasi dan edukasi yang kami lakukan diberbagai tempat seperti di sekolah-sekolah berhasil dan membuat kinerja Jasa Raharja semakin membaik,” imbuhnya.

Ditambahkan, dalam kecepatan pembayaran santunan hanya 3 hari sejak korban meninggal dunia dari target 9 hari, sementara kecepatan penyelesaian santunan saat berkas sudah lengkap yakni 26,09 menit dari target 120 menit (2 jam). (Zulkifli)

Dibaca 64 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.