Kapolda Diminta Segera Ungkap Nama Pelaku Pengrusakan Ban Mobil Gubernur | Pasific Pos.com

| 15 November, 2019 |

Yonas Alfons Nussy Yonas Alfons Nussy

Kapolda Diminta Segera Ungkap Nama Pelaku Pengrusakan Ban Mobil Gubernur

Kriminal Penulis  Kamis, 17 Oktober 2019 00:04 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

 

Jayapura, - Anggota DPR Papua lewat mekanisme pengangkatan, Yonas Alfons Nussy ikut menyoroti pengrusakan ban mobil Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP, MH saat menghadiri malam lepas sambut Kapolda Papua di Hotel Horison Kotaraja, Abepura, Kota Jayapura beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Anggota Komisi I DPR Papua, Emus Gwijangge juga telah menyoroti kejadian itu.

Kata Yonas Nussy, ini sebuah tindakan yang dilakukan oleh oknun-oknum yang tidak bertanggungjawab yang mana motif teror itu sudah mulai ada di Papua.

"Kejadian seperti ini mungkin sering terjadi di daerah lain, tetapi hal seperti ini jarang terjadi di Papua dan ini sulit sekali kita temukan hal seperti itu diatas tanah ini. Sebagai anggota Komisi I DPR Papua bahkan sebagai utusan adat mewakili masyarakat adat minta Kapolda untuk segera mengungkap nama pelaku pengrusakan mobil gubernur Papua, " tegas Yonas Nussy kepada Wartawan di ruang Baleg DPR Papua, Rabu (16/10/19).

Menurut legislator Papua itu, pelakunya tidak mungkin tidak bisa terungkap. Artinya apa yang sudah terjadi pada saat ini, itu bisa mencederai kendaraan tetapi juga bisa mencederai pak gubernur yang dalam kendaraan itu.

"Tapi kita masih bersyukur karena Tuhan masih sayang dan melindungi pemimpin rakyat Papua," imbuhnya.

Untuk itu kami meminta Kapolda Papua dengan seluruh jajarannya juga Panglima, segera lakukan koordinasi secara baik untuk mengungkap siapa pelaku pengrusakan mobil yang digunakan Gubernur Lukas Enembe .

"Ini hal-hal yang perlu kita tunggu dan kita harus dapatkan jawaban dari pihak penegak hukum," ucapnya.

Dikatakan, beberapa hari lalu pihaknya telah bertemu Gubernu Lukas Enembe, kemudian menanyakan kronologi kejadian itu. Sebab ban mobil yang di kendarai pak gubernur di tempel besi yang sangat besar dan berat.

"Saat itu pak gubernur memberikan penjelasan dan kami 14 orang anggota dewan mendengar itu semua. Ini sebuah keprihatinan yang mendalam yang dialami seorang pemimpin kita dan ini baru pertamakali terjadi dalam sejarah kehidupan orang Papua," tuturnya.

Bahkan kata Nussy, gubernur langsung minta Kapolda untuk segera mengungkap oknum pelaku perusak ban mobil itu.

"Kami dari Komisi I DPR Papua juga meminta kepada Kapolda dan Panglima untuk bisa saling berkoordinasi dan segera diungkap siapa dalang dari oknum itu. Ini harus diungkap pelakunya, tidak bisa tidak, jangan dibiarkan lama-lama dalam mengungkap nama pelaku itu. Sehingga rakyat ini puas, rakyat pun tahu siapa anda dan harus menjelaskan apa motif dan tujuan anda melakukan itu semua," tandasnya.

Oleh karena itu kata Nussy, pihaknya juga harus menyampaikan ini dengan tegas dan sebagai DPR selaku utusan adat minta dengan tegas segera ungkap pelakunya. Namun ia juga memberikan dukungan penuh kepada pihak kepolisian untuk menangani kasus ini.

Namun ia kembali mengingatkan kepada pihak keamanan kasus ini jangan di diamkan berlarut larut, harus secepatnya diungkap dan di umumkan sehingga ketahuan siapa pelakunya.

"Ini upaya rakyat ingin tahu siapa orangnya yang sudah dengan sengaja melakukan perbuatan nekat itu. Jadi siapa pun anda yang sudah terlibat telah melakukan perbuatan itu, harus bertanggungjawab atas perbuatannya. Besi ini sudah di seting dan sudah diatur yang tujuannya ingin mencelakakan pak gubernur, " ujar Nussy.

Yona Nussy menambahkan, jika informasih itu ia dapatkan langsung dari Gubernur Lukas Enembe saat mengunjungi beliau. Gubernur juga menunjukkan foto di HP-nya nampak sebuah besi besar yang digunakan oleh oknum tersebut untuk merusak ban mobilnya.

"Kami minta pihak kepolisian segera ungkap pelakunya, tidak boleh di diamkan. Kejadiian ini sudah hampir seminggu tapi belum ada tanda-tanda terungkap siapa pelaku yang merancang plat besi di ban mobil pak gubernur. Ini sudah di seting dan ada perencanaan yang tersusun rapih, entah pelakunya orang Papua sendiri atau orang dari luar Papua atau terseting dari Jakarta. Untuk itu pihak kepolisian segera menyampaikan secara terbuka siapa nama oknumnya kepada rakyat Papua," tandas Yonas Nussy. (TIARA)

Dibaca 49 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX