OPM Tembak Helikopter di Kabupaten Puncak | Pasific Pos.com

| 16 November, 2019 |

kondisi helikopter yang di Tembaki kelompok kriminal bersenjata di Kabupaten Puncak kondisi helikopter yang di Tembaki kelompok kriminal bersenjata di Kabupaten Puncak

OPM Tembak Helikopter di Kabupaten Puncak

Kriminal Penulis  Rabu, 16 Oktober 2019 23:51 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA - Helikopter Bell 206 L1 milik PT. Intan Angkasa Air Service yang membawa bahan makan bagi pekerja Tower, ditembak kelompok kriminal bersenjata saat terbang di atas Kampung Olenki, Distrik Ilaga Utara, Puncak, Papua, Rabu (16/10) pagi.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM.Kamal dalam keterangan persnya, Rabu (16/10) menerangkan helikopter ditembak pada saat berada di ketinggian 8.500 feet atau 2590 meter dari permukaan laut. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam penembakan tersebut, pilot dan penumpang dinyatakan selamat.


“Kejadian pulul 09.20 WIT. Tidak ada korban jiwa, dalam insiden itu,” kata Kamal.

Kamal menjelaskan, helikopter yang diterbangkan oleh Dan Cristian Munteanu (47) ketika lepas landas dari Bandara Mozes Kilangin Mimika menuju Distrik Ilaga Utara, pukul 09.30 WIT. Helikopter membawa bahan makanan dan seorang pekerja pembangunan Tower Jaringan BTS B6, Agung Dedi Hidayat (27 tahun).

Saat melintas di atas Kampung Olenki, Distrik Ilaga Timur, Kabupaten Puncak, lanjut Kamal, helikopter diberondong tembakan oleh kelompok kriminal bersenjata.

“Ada tiga tembakan mengenai pintu bawah sebalah kiri tembus kaca depan helikopter, namun tidak mengenai penumpang maupun pilot. Helikopter telah mendarat selamat di Bandara Ilaga, Puncak,” terang Kamal.

Kamal menegaskan, tim gabungan masih melakukan penyelidikan terkait kasus penembakan ini. Namun pihaknya menduga pelaku penembakan merupakan kelompok Lekagak Telenggen. “Masih diselidiki, dugaan ulah kelompok Lekagak Telenggen,” beber mantam Wakapolresta Depok ini.

Pasca kejadian, dia menambahkan, helikopter telah kembali ke Bandara Mozes Kilangin Mimika bersama pilot dan penumpang yang sama. “Setelah melaporkan kejadian ke Mapolsek Ilaga, pilot dan penumpang telah kembali ke Mimika dengan menggunakan helikopter tersebut karena masih dianggap laik terbang,” imbuhnya.

Dibaca 58 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.