Polisi Segera Usut Permasalahan Sentra Pendidikan Mimika | Pasific Pos.com

| 15 November, 2019 |

Wakapolres Mimika, Kompol I Nyoman Punia, S. Sos Wakapolres Mimika, Kompol I Nyoman Punia, S. Sos

Polisi Segera Usut Permasalahan Sentra Pendidikan Mimika

Kriminal Penulis  Selasa, 15 Oktober 2019 21:07 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Timika, Jajaran Kepolisian Resor Mimika menyatakan segera mengusut tuntas permasalahan di lingkungan Sekolah Berpola Asrama Sentra Pendidikan SP5 Timika terkait kasus dugaan keracunan makanan yang dialami puluhan siswa sekolah itu pada Minggu (13/10) malam.

Waka Polres Mimika Komisaris Polisi I Nyoman Punia di Timika, Selasa, mengatakan kasus pemalangan jalan poros Timika-SP5 yang dilakukan puluhan siswa Sekolah Sentra Pendidikan Mimika pada Senin (14/10) lantaran para siswa merasa tidak puas dengan penyajian makanan di asrama sekolah itu.

Lantaran mengonsumsi ikan yang sudah tidak layak konsumsi, sebanyak 23 siswa Sekolah Sentra Pendidikan terpaksa dilarikan ke RSMM Timika pada Minggu (13/10) malam karena mengalami gatal-gatal.

Tidak itu saja, pada saat bersamaan sebanyak 14 anak yang menghuni Panti Rehabilitasi di SP7, Distrik Kuala Kencana juga dilarikan ke RSUD Mimika lantaran mengonsumsi menu serupa.

Menu makanan yang disajikan kepada para siswa Asrama Sekolah Sentra Pendidikan maupun Panti Rehabilitasi SP7 diketahui disuplai oleh PT Mitra Sumber Sejahtera.

"Kemarin kami sudah mengecek fasilitas penyediaan makanan milik perusahaan penyedia catering dengan pihak Loka POM Mimika di Jalan Baru. Sampel makanan yang dikonsumsi para pelajar sudah dikirim ke Jayapura untuk diteliti oleh Laboratorium BPOM di Jayapura. Hasilnya baru akan diketahui satu minggu ke depan. Yang jelas, kalau memang ada unsur kesengajaan untuk menyediakan makanan yang tidak layak konsumsi maka kami akan proses hukum," kata Kompol Nyoman.

Nyoman mengatakan jajarannya akan memfasilitasi pertemuan antara para siswa Sekolah Sentra Pendidikan dengan pihak pengelola fasilitas itu bersama Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan Mimika.

Pertemuan tersebut belum bisa digelar lantaran Kepala Dispendasbud Mimika Jenni O Usmani sedang berada di luar daerah yaitu mengunjungi para mahasiswa dan pelajar Mimika yang tengah menimba ilmu di berbagai kota studi di luar Papua.

Nyoman mempersilakan pihak-pihak yang tidak puas dengan pengelolaan asrama Sekolah Sentra Pendidikan untuk membuat laporan polisi guna ditindaklanjuti pengusutannya.

"Jika memang ada penyimpangan dan penyelewengan disertai dengan laporan dari para pelajar lengkap dengan data-datanya maka pasti akan kami tindaklanjuti. Siapapun tidak ada yang kebal hukum," ujar Nyoman.

Dispendasbud Mimika diketahui menyediakan anggaran sekitar Rp20 miliar per tahun untuk mendukung operasional Asrama Sentra Pendidikan Mimika yang khusus mendidikan putra-putri asli Mimika dari Suku Amungme dan Suku Kamoro.

Anggaran itu sudah mencakup biaya makan-minum siswa dari dari tingkat SD hingga SMA yang ditanggulangi oleh pihak ketiga, dalam hal ini PT Mitra Sumber Sejahtera.

Terkait kasus pemalangan jalan poros Timika-SP5 oleh para pelajar Sekolah Sentra Pendidikan Mimika pada Senin (14/10), polisi sempat mengamankan seorang warga yang diduga sebagai provokator.

Namun setelah menjalani pemeriksaan, oknum bernama Arden Carmel Temorubun yang bertugas sebagai tenaga honorer pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Franke Mollen Jalan C Heatubun itu dibebaskan dan hanya dikenakan wajib lapor.

"Dia mengaku sebagai Ketua GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia). Namun yang bersangkutan hadir di tengah anak-anak yang sedang memblokade jalan dan mengaku tidak perlu takut dan dia sudah terbiasa memfasilitasi pendemo termasuk demo anarkis yang terjadi di Kantor DPRD Mimika beberapa waktu lalu. Saat hendak diamankan, beberapa anak-anak yang memblokade jalan menghalang-halangi," ujar Kasat Intel Polres Mimika AKP Sudirman. (Ricky)

Polisi Segera Usut Permasalahan Sentra Pendidikan Mimika

Timika, Jajaran Kepolisian Resor Mimika menyatakan segera mengusut tuntas permasalahan di lingkungan Sekolah Berpola Asrama Sentra Pendidikan SP5 Timika terkait kasus dugaan keracunan makanan yang dialami puluhan siswa sekolah itu pada Minggu (13/10) malam.

Waka Polres Mimika Komisaris Polisi I Nyoman Punia di Timika, Selasa, mengatakan kasus pemalangan jalan poros Timika-SP5 yang dilakukan puluhan siswa Sekolah Sentra Pendidikan Mimika pada Senin (14/10) lantaran para siswa merasa tidak puas dengan penyajian makanan di asrama sekolah itu.

Lantaran mengonsumsi ikan yang sudah tidak layak konsumsi, sebanyak 23 siswa Sekolah Sentra Pendidikan terpaksa dilarikan ke RSMM Timika pada Minggu (13/10) malam karena mengalami gatal-gatal.

Tidak itu saja, pada saat bersamaan sebanyak 14 anak yang menghuni Panti Rehabilitasi di SP7, Distrik Kuala Kencana juga dilarikan ke RSUD Mimika lantaran mengonsumsi menu serupa.

Menu makanan yang disajikan kepada para siswa Asrama Sekolah Sentra Pendidikan maupun Panti Rehabilitasi SP7 diketahui disuplai oleh PT Mitra Sumber Sejahtera.

"Kemarin kami sudah mengecek fasilitas penyediaan makanan milik perusahaan penyedia catering dengan pihak Loka POM Mimika di Jalan Baru. Sampel makanan yang dikonsumsi para pelajar sudah dikirim ke Jayapura untuk diteliti oleh Laboratorium BPOM di Jayapura. Hasilnya baru akan diketahui satu minggu ke depan. Yang jelas, kalau memang ada unsur kesengajaan untuk menyediakan makanan yang tidak layak konsumsi maka kami akan proses hukum," kata Kompol Nyoman.

Nyoman mengatakan jajarannya akan memfasilitasi pertemuan antara para siswa Sekolah Sentra Pendidikan dengan pihak pengelola fasilitas itu bersama Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan Mimika.

Pertemuan tersebut belum bisa digelar lantaran Kepala Dispendasbud Mimika Jenni O Usmani sedang berada di luar daerah yaitu mengunjungi para mahasiswa dan pelajar Mimika yang tengah menimba ilmu di berbagai kota studi di luar Papua.

Nyoman mempersilakan pihak-pihak yang tidak puas dengan pengelolaan asrama Sekolah Sentra Pendidikan untuk membuat laporan polisi guna ditindaklanjuti pengusutannya.

"Jika memang ada penyimpangan dan penyelewengan disertai dengan laporan dari para pelajar lengkap dengan data-datanya maka pasti akan kami tindaklanjuti. Siapapun tidak ada yang kebal hukum," ujar Nyoman.

Dispendasbud Mimika diketahui menyediakan anggaran sekitar Rp20 miliar per tahun untuk mendukung operasional Asrama Sentra Pendidikan Mimika yang khusus mendidikan putra-putri asli Mimika dari Suku Amungme dan Suku Kamoro.

Anggaran itu sudah mencakup biaya makan-minum siswa dari dari tingkat SD hingga SMA yang ditanggulangi oleh pihak ketiga, dalam hal ini PT Mitra Sumber Sejahtera.

Terkait kasus pemalangan jalan poros Timika-SP5 oleh para pelajar Sekolah Sentra Pendidikan Mimika pada Senin (14/10), polisi sempat mengamankan seorang warga yang diduga sebagai provokator.

Namun setelah menjalani pemeriksaan, oknum bernama Arden Carmel Temorubun yang bertugas sebagai tenaga honorer pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Franke Mollen Jalan C Heatubun itu dibebaskan dan hanya dikenakan wajib lapor.

"Dia mengaku sebagai Ketua GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia). Namun yang bersangkutan hadir di tengah anak-anak yang sedang memblokade jalan dan mengaku tidak perlu takut dan dia sudah terbiasa memfasilitasi pendemo termasuk demo anarkis yang terjadi di Kantor DPRD Mimika beberapa waktu lalu. Saat hendak diamankan, beberapa anak-anak yang memblokade jalan menghalang-halangi," ujar Kasat Intel Polres Mimika AKP Sudirman. (Ricky)

Dibaca 54 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.