Genap 14 Tahun Geluti Dunia Penyiaran | Pasific Pos.com

| 15 November, 2019 |

Franky Wohel saat menyiar (foto:iis) Franky Wohel saat menyiar (foto:iis)

Genap 14 Tahun Geluti Dunia Penyiaran

Papua Selatan Penulis  Minggu, 13 Oktober 2019 23:17 0
Beri rating artikel ini
(2 voting)

‘Franky Wohel Komit Untuk Fokus Dan Konsisten’

 

MERAUKE,ARAFURA,-Tepat hari ini, Senin (14/10) tanpa terasa Franky Wohel, salah satu penyiar profesional asal Kota Rusa genap 14 tahun sudah berkecimpung di dunia penyiaran dan mampu mempertahankan eksistensinya hingga saat ini. Seperti yang diketahui, dunia penyiaran salah satu bidang yang tengah menjadi idola dan sudah banyak melahirkan sosok sukses. Dengan berbagi kisah kali ini, keinginan Franky tidak muluk-muluk karena pemuda yang selalu ramah dengan siapapun ini hanya ingin berbagi ilmu sehingga ada regenerasi dalam dunia yang sama.

Besar harapan ia dapat melihat anak-anak muda Merauke khususnya anak asli daerah yang dapat mengembangkan bakatnya di bidang presenter, MC maupun penyiar handal. Namun dengan semua pencapaian yang ada saat ini, Franky masih enggan dikatakan sukses karena bagi pemuda berdarah Ambon ini, dirinya masih perlu banyak belajar karena perkembangan zaman yang terus berubah dari waktu ke waktu. Dengan rendah hati, ia mengemukakan bahwa masih banyak sosok yang lebih baik dan sukses daripada dirinya namun semua itu tetap menjadi motivasi kuat bagi dirinya. Cowok yang juga pernah terpilih menjadi pemain FTV di televisi nasional ini mengemukakan bahwa banyak momen berkesan yang ia rasakan selama menjadi penyiar, salah satunya ketika melakukan siaran non stop mulai dari jam 5 pagi hingga keesokan harinya di jam yang sama untuk merayakan 1 tahun dirinya menjadi penyiar di Radio Fritta tepatnya pada 14 Oktober 2006 silam.

Padahal awalnya Franky hanyalah seorang pendengar setia radio bahkan sering mengunjungi studio untuk melihat langsung proses penyiaran sejak ia masih mengawali kuliah di ITS beberapa tahun silam. Bahkan ia turut bergabung di UKM kampus yang khusus bergerak di radio kampus dan aktif mengikuti pelatihan di sejumlah radio besar di Surabaya. Awalnya, cowok yang pernah meraih juara pertama the best presenter di Jakarta ini sama sekali tidak ada pikiran untuk menjadi seorang penyiar dan lebih fokus sebagai pendengar.

Lambat laun rasa penasaran Franky semakin bertambah untuk mengetahui lebih detil tentang dunia penyiaran dan prosesnya sehingga memutuskan untuk mendalami dunia tersebut. Meskipun tidak dapat menyelesaikan studinya di ITS, Franky sudah memiliki modal berupa sertifikat pelatihan broadcaster saat di Surabaya. Inilah yang menjadi modal Franky untuk memulai karirnya di salah satu radio swasta Fritta ternama masa itu di Merauke pada tahun 2005.

Franky mulai menyiar di radio tersebut pada tanggal 14 Oktober 2005 sebagai penyiar pengganti untuk membawakan acara hiburan request musik setiap jam 7 malam. Saat itu ia menggantikan penyiar muslim yang tengah menjalankan Shalat Taraweh karena bertepatan dengan Bulan Ramadhan. Dari awalnya hanya satu bulan ternyata pihak owner menggandeng dirinya lebih lama dan dipercayakan membawakan program-program lain. Bahkan mampu menjadi icon karena banyak yang menyukai gaya dirinya saat membawakan acara dan semakin melambungkan namanya yang saat itu menggunakan nama Kaka. Franky bertahan hingga 2010 dan setiap pendengar selalu mengidentikkan nama Kaka dengan Fritta sehingga semakin familiar dengan panggilan Kaka Fritta. “Dengan semua proses yang sudah saya lalui itu saya ingin menyampaikan bahwa hidup saya mulai berubah dan mendapatkan pengakuan terhitung 14 Oktober.

Artinya, itu semua menjadi pintu gerbang bagi saya sehingga bisa bertemu dengan banyak relasi dari sejumlah kalangan penting bahkan kerap dipercaya menjadi MC acara-acara mereka. Oleh sebab itu saya selalu berpikir bahwa dunia siaran benar-benar membuat hidup saya berubah hingga bisa seperti sekarang ini,”ujar Franky kepada ARAFURA News di Garasi Kedai belum lama ini.

Franky yang beberapa waktu lalu juga terpilih mewakili Merauke dalam event bergengsi pihak Sampoerna di Bali ini menambahkan bahwa saat ini dirinya telah menjadi penyiar tetap di LPP RRI Merauke yang khusus memandu sejumlah program menarik di Pro 2 RRI. Namun ia tidak pernah melupakan Fritta sebagai radio yang dianggap gurunya dalam dunia siaran dan RRI dianggap sebagai pintu yang lebih meyakinkan dirinya mengingat ia banyak diberikan kesempatan.

Franky mengakui banyak pengalaman berharga yang diperoleh dan ia semakin terlatih untuk dapat menempatkan diri saat membawakan acara sesuai dengan segmen atau audience yang dibidik. Dalam hal ini Franky bisa membawakan acara khas anak-anak muda dan di lain waktu, ia bisa tampil dengan penampilan yang lebih formil dan elegan khususnya pada acara-acara resmi. Franky juga diminta menjadi presenter di salah satu tv swasta berkat kemampuan public speaking yang ia miliki.

Bbahkan ia kerap diundang menjadi pemateri public speaking di sejumlah lembaga dan komunitas, hingga di dunia kampus sekelas Unmus sekalipun. “Semua itu hanya karena eksistensi, tanggung jawab, keseriusan dan kecintaan kepada profesi yang kita geluti. Jika sudah cinta pada pekerjaan maka kita akan fokus dalam bekerja dan menghadapi tantangan apapun. Hasil yang ada juga akan ikut menjadi baik dan mampu menumbuhkan kepercayaan dari semua pihak, baik oleh pimpinan maupun relasi,”pungkasnya.

Dibaca 107 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.