Dana Hibah Pilkada Kabupaten Keerom Rp 15 Miliar | Pasific Pos.com

| 21 October, 2019 |

Korneles Watkaat Korneles Watkaat

Dana Hibah Pilkada Kabupaten Keerom Rp 15 Miliar

Info Papua Penulis  Kamis, 10 Oktober 2019 21:34 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Komisi Pemilhan Umum (KPU dan Pemda Keerom telah melakukan penandatangan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) sebesar Rp 15 milyar. Anggaran tersebut rencananya akan dicairkan tiga tahap di tahun 2019 dan 2020.

Ketua KPU Kabupaten Keerom, Korneles Watkaat mengatakan, KPU awalnya mengajukan anggaran sebesar Rp 30 milyar. Setelah pembahasan dengan Pemda Keerom hanya disetujui Rp 15 milyar.

"Kalau dilihat dari anggaran yang tersedia, tentu masih kurang, tetapi kami menyampaikan terima kasih kepada Bupati Kabupaten Keerom," kata kata Korneles Watkaat kepada wartawan di Jayapura, Kamis (10/10/2019).

Dikatakan, dalam isi NPHD dalam satu pasal disebutkan akan dilakukan adendum, dengan demikian, anggaran untuk Pilkada Keerom masih bisa ditambahkan untuk membiayai tahapan pilkada di Kabupaten Keerom.

Korneles mengaku, KPU Keerom mengajukan anggaran sebesar Rp 30 milyar karena sudah dihitung dengan seleksi badan ad hoc maupun kebutuhuan lainnya. Sebab, calon ad hoc dulu hanya mengisi formulir pendaftaran, sekarang ini harus melalui tes kesehatan lengkap dan dibiayai oleh KPU.

Selain itu, katanya, dalam proses tes badan ad hoc, KPU harus menyiapkan anggaran untuk tim dokter dan lain-lainnya. Kemudian KPU harus siapkan biaya akomodasi jika ada warga dari distrik terjauh datang ke ibukota kabupaten Keerom untuk mendaftar. "Pilkada tahun 2020, banyak biaya yang kita butuhkan, tapi anggaran yang ada akan dipakai sesuai dengan prosedur," ujarnya.

Korneles menambahkan, saat ini KPU sedang membahas bagaimana rekapituasi elektronik dari TPS ke KPU tidak lagi melalui PPD, hal inii untuk hindari kecurangan, jika ini diberlakukan pada pilkada 2020, maka KPU sangat membutuhkan leptop, scainer maupun jaringan internet.

Pada pemilu 2020, katanya lagi, Distrik Towe dan Distrik Kesenar menjadi perhatian khusus, Karena kedua daerah ini sangat jauh dari pusat ibukota Keerom. Oleh karena logistik harus diagkut dari kantor KPU di Keerom menuju Bandara Sentani untuk diterbangkan melalui pesawat udara.

"Pilkada 2020 kami akan utamakan distrik yang jauh, karena di Keerom ini unit, pengiriman logistik bisa melalui jalar darat, udara dan sungai," pungkasnya.

Dibaca 48 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX