Polda Papua Tetapkan 92 Tersangka Kerusuhan Di Papua | Pasific Pos.com

| 21 October, 2019 |

Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Herman Asaribab Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Herman Asaribab

Polda Papua Tetapkan 92 Tersangka Kerusuhan Di Papua

Headline Penulis  Rabu, 09 Oktober 2019 20:15 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Timika, Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw mengatakan, pihaknya telah menetapkan 92 orang menjadi tersangka dalam beberapa rentaran kerusuhan yang terjadi di wilayah Papua.

Ia menegaskan, tetap akan menegakkan hukum bagi orang yang melakukan kekerasan pada beberapa rentetan kejadian kerusuhan di Papua baik di Jayapura, Wamena, Timika dan beberapa daerah kabupaten lainnya.

Saat ini sebanyak 14 orang warga Wamena yang telah ditetapkan menjadi tersangka

"Proses penyidikan terhadap para pelaku terus dilakukan, sampai hari ini di Wamena khususnya itu ada 14 orang yang sudah dijadikan tersangka," tegasnya.

Ia menjelaskan, pihaknya akan terus melakukan pengembangan terhadap foto dan video kekerasan telah dikantongi oleh pihak Kepolisian, kemanapun pelaku-pelaku kekerasan akan dikejar dan diproses hukum untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

"Tapi nanti terus kita kembangkan. Karena beberapa hasil monitoring lewat foto dan video yang melakukan kekerasan itu terus kita kejar. Sampai kapanpun kita kejar," jelasnya.

Perbuatan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok tertentu yang melakukan berbagai rangkaian kerusuhan memiliki kaitan dengan agenda Sidang Umum PBB yang mengakibatkan banyak yang menjadi korban, baik nyawa harta benda dan kondisinl psikologinya terganggu.

"Karna ada pihak lain yang dikorbankan, akibat dari perbuatan mereka itu, artinya kelompok-kelompok yang menjadi pelaku dari kegiatan aksi ini yang ada kaitannya dengan sidang umum PBB," ungkapnya. (Ricky)

Dibaca 41 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.