Di Perbatasan Merauke, Tentara PNG Turunkan Paksa Merah Putih | Pasific Pos.com

| 27 May, 2019 |

Di Perbatasan Merauke, Tentara PNG Turunkan Paksa Merah Putih

Headline Penulis  Jumat, 14 Agustus 2015 20:04 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Belasan Tentara Papua Nugini (PNG) dikabarkan telah menurunkan paksa bendera Merah Putih diwilayah Perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini, tepatnya di Kampung Yakyu, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, pada 7 Agustus 2015 lalu. 
Asisten Intelijen Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Mochamad Syafei Kasno menduga penurunan bendera Merah Putih secara paksa tersebut, karena pihak keamanan PNG menganggap wilayah tersebut merupakan daerah netral. “Seharusnya dikampung Yakyu itu berkibar dua Bendera tak boleh Merah Putih saja,” terang Syafei menirukan perkataan pihak keamanan PNG ketika itu.
Syafei mengatakan, saat ini pihaknya telah menempatkan pos keamanan di Kampung Yakyu, sebagaimana perintah pimpinan Kodam XVII/Cenderawasih, untuk mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan.
“Diharapkan penempatan Pos ini dapat mengindari adanya penurunan bendera Merah Putih lagi di Kampung Yakyu,” kata Syafei ketika ditemui usai Lomba Peragaan Buasana Daerah dan Kuliner Nusantara di Kodam XVII/Cenderawasih, Kamis (13/8).
Menurut Syafei, saat ini kurang lebih 70 Kepala Keluarga (KK) telah  mendiami Kampung Yakyu. Mereka pun belum diketahui secara pasti status kewarganegaraannya. “Semua masih berbaur baik warga Negara Indonesia maupun PNG, karena ada sebagian masyarakat Indonesia dan sebagian lagi masyarakat PNG,” terangnya.
Ia pun membeberkan saat ini telah tercatat tujuh kampung diwilayah Perbatasan RI-PNG yang masih bermasalahan tetang status kewarganegaran penduduknya. Kampung-kampung tersebut meliputi, Kampung Yakyu, Kampung Deyto, Kampung Digo, Kampung Denki, Kampung Lama dan  Kampung Pugo.
”Semua daerah itu telah dibahas ditingkat Kementerian, baik Kementerian, Kemenkopolhukam, Kemenlu, Kemendagri dan TNI,” kata Syafei. (Syaiful)

Dibaca 1352 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX