DPR Papua Minta, Polisi Harus Ungkap Dalang Kerusuhan Papua | Pasific Pos.com

| 14 November, 2019 |

John NR Gobai John NR Gobai

DPR Papua Minta, Polisi Harus Ungkap Dalang Kerusuhan Papua

Headline Penulis  Kamis, 03 Oktober 2019 10:19 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

 

Jayaoura, - Untuk memberikan rasa keadilan dan kenyamanan, Legislator Papua, John NR Gobai minta aparat keamanan harus mampu mengungkap siapa dalang dibalik rentetan aksi kerusuhan yang terjadi di Papua.

Apalagi kata Anggota Komisi II DPR Papua itu, rentetan aksi kerusuhan di Papua mengakibatkan sejumlah korban meninggal dunia dan kerugian material, yang tak sedikit.

"Tapi aparat keamanan didalam mengungkap siapa dalang rentetan aksi kerusuhan di Papua, mesti disertai bukti –bukti yang akurat, untuk proses penyelidikan, demi menghindari pra duga tak bersalah (presumtion of Inocense), " kata Jhon Gobai ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (2/10/19) siang.

Lanjut dikatakan, jika hukum di Indonesia ini menganut dua alat bukti, yakni saksi dan bukti, berupa surat, rekaman komunikasi atau video ketika orang atau kelompok dia sedang melakukan pertemuan, atau dia sedang memberikan instruksi kepada pengikutnya.

"Jadi baik pihak keamanan, tak bisa begitu saja kita menuding orang langsung atau kelompok tertentu, tapi harus cari tahu siapa dalang sesungguhnya, yang melakukan aksi kerusuhan itu," ujar Gobai.

Hanya saja tandas Gobai, sepanjang tak ada bukti dan tak ada saksi, maka tak bisa kita menuding orang sembarang. dan itu disebut Oknum.

“Kalau memang dia punya alat bukti, berupa himbauan, instruksi atau perintah dan bukan hoax atau berita bohong, maka harus sampaikan ke kami. Asal punya rekaman komunikasi tanggal sekian, tanggal sekian untuk mereka melakukan kerusuhan,” jelasnya.

Menurut Jhon Gobai, jika aparat keamanan mempunyai bukti yang akurat bahwa orang atau kelompok tertentu yang melakukan pembakaran dan pembunuhan, maka tunjukan siapa oknum yang menunggangi, dan untuk apa membuat situasi menjadi tak aman.

“Jadi kalau kasusnya penganiayaan siapa yang menganiaya dan menggunakan alat apa untuk menganiaya. Kalau pembakaran yang pegang korek apinya siapa dan siapa yang menyiram bensin lalu membakar. Ini yang harus dibuktikan oleh aparat keamanan,” jelasnya.

Namun sebelumnya, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) M. Tito Karnavian mengatakan, United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan Komisi Nasional Papua Barat (KNPB) berada dibalik rentetan aksi kerusuhan di Papua. (TIARA)

Dibaca 73 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX