70 Persen Pelanggan di Wamena Kembali Teraliri Listrik | Pasific Pos.com

| 15 November, 2019 |

Perbaikan jaringan listrik di Wamena. Perbaikan jaringan listrik di Wamena.

70 Persen Pelanggan di Wamena Kembali Teraliri Listrik

Lintas Daerah Penulis  Rabu, 02 Oktober 2019 21:14 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Wamena - Hari kedelapan pacakerusuhan, PLN melakukan pemulihan kelistrikan di Wamena, sekitar 70 persen pelanggan telah kembali teraliri listrik atau lebih dari 15.400 pelanggan sudah menyala.

Dalam siaran persnya, General Manger PT PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Ari Dartomo mengatakan, pekerjaan hari ini dimulai dengan memulihkan jaringan di sekitar Jalan Hom Hom, Wamena.

Pihaknya mengerahkan 32 petugas untuk menyisir dan memperbaiki jaringan di lokasi tersebut. Selain itu, PLN juga telah mengirimkan sejumlah peralatan yang dibutuhkan dari Jayapura.

"Barang yang mengalami kerusakan dan persediaannya minim di lokasi, hari ini kami datangkan penggantinya dari Jayapura. Begitu juga dengan peralatan penunjang pemulihan," ujar Ari, Rabu (2/10/2019).

Dijelaskan, hal ini dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan kelistrikan di Wamena. "Yang terpenting pelanggan yang masih padam dapat segera mendapatkan pasokan listrik kembali", ujarnya.

Saat ini daya mampu sistem kelistrikan di Wamena mencapai 6,5 MW dengan beban puncak 3,379 MW. Sedangkan di sisi jaringan, PLN telah memulihkan 117 kms (66 persen) serta 86 gardu atau sekitar 60 persen dari total gardu yang ada.

"Hari ini didampingi oleh anggota TNI dan POLRI kami mulai memperbaiki jaringan listrik yang ada di pinggiran kota. Untuk Jalan Hom Hom dan sekitarnya sudah terang kembali," imbuhnya.

PLN akan terus berupaya memulihkan sistem kelistrikan di Wamena secepat mungkin. Apabila ada masyarakat Wamena yang hingga kini belum teraliri listrik kembali, dapat melapor ke Posko Pelayanan PLN di Jalan Yos Sudarso, Wamena. (Zulkifli)

Dibaca 48 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX