Tak Berkembang, Atlet dan Pelatih Dievaluasi | Pasific Pos.com

| 22 November, 2019 |

Tak Berkembang, Atlet dan Pelatih Dievaluasi

Olahraga Penulis  Rabu, 02 Oktober 2019 03:51 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua akan melakukan evaluasi bagi pelatih dan atlet proyeksi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020. Penegasan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya, kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (1/10/2019).

Menurutnya, KONI Papua benar-benar serius menyiapkan atlet untuk bisa mencapai prestasi sesuai target Gubernur Papua, Lukas Enembe yang juga merupakan Ketua Umum KONI Papua yang menginginkan kontingen Papua finish pada peringkat lima besar pada event olahraga nasional empat tahunan tersebut.

"kami akan evaluasi atlet dan pelatih yang dinilai tidak menujukan peningkatan selama mengikuti Training Center (TC) berjalan maupun TC terpusat," ujarnya.

Kenius mengaku, KONI Papua ingin menurunkan atlet siap meraih prestasi. Maka, atlet yang tidak menunjukan progres selama mengikuti TC akan kita coret atau ganti.

"atlet yang mengikuti TC berbulan-bulan bahkan setahun harus menunjukan peningkatan yang signifikan KONI Papua ingin menciptakan atlet yang potensi medali emas, apalagi PON kali ini akan dilaksanakan di rumah sendiri, sehingga hal itu menjadi salah satu nilai plus kontingen Papua dalam mendulang medali emas sebanyak-banyaknya,"bebernya.

Katanya, evaluasi akan mereka lakukan kepada semua cabang olaharaga yang akan dipertandingkan pada PON XX 2020. Termasuk cabang olahraga Atletik yang akan diwarning hingga bulan Februari 2020.

“Seperti cabang olahraga Atletik yang akan kami lihat perkembangannya pada bulan Februari mendatang, karena ini cabang olahraga terukur, jika tidak bisa menambah waktunya selama mengikuti latihan beberapa bulan ini, maka kami akan evaluasi, apakah pelatihnya atau atletnya,” ujarnya.

Taknya soal perkembangan, namun dibeberkan oleh Kenius, disipliner juga menjadi salah satu tantangan bagi para atlet dan pelatih jika masih ingin tampil pada PON yang pertama kalinya diselenggarakan di Bumi Cenderawasih.

“Masing-masing atlet dan pelatih yang ada kita lakukan avaluasi, kalau memang tidak disiplin baik maka kita juga akan evaluasi dan ini berlaku bagi seluru cabang olahraga yang dibina oleh KONI Papua,” tandasnya.Tak Berkembang, Atlet dan Pelatih Dievaluasi

JAYAPURA - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua akan melakukan evaluasi bagi pelatih dan atlet proyeksi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020. Penegasan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya, kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (1/10/2019).

Menurutnya, KONI Papua benar-benar serius menyiapkan atlet untuk bisa mencapai prestasi sesuai target Gubernur Papua, Lukas Enembe yang juga merupakan Ketua Umum KONI Papua yang menginginkan kontingen Papua finish pada peringkat lima besar pada event olahraga nasional empat tahunan tersebut.

"kami akan evaluasi atlet dan pelatih yang dinilai tidak menujukan peningkatan selama mengikuti Training Center (TC) berjalan maupun TC terpusat," ujarnya.

Kenius mengaku, KONI Papua ingin menurunkan atlet siap meraih prestasi. Maka, atlet yang tidak menunjukan progres selama mengikuti TC akan kita coret atau ganti.

"atlet yang mengikuti TC berbulan-bulan bahkan setahun harus menunjukan peningkatan yang signifikan KONI Papua ingin menciptakan atlet yang potensi medali emas, apalagi PON kali ini akan dilaksanakan di rumah sendiri, sehingga hal itu menjadi salah satu nilai plus kontingen Papua dalam mendulang medali emas sebanyak-banyaknya,"bebernya.

Katanya, evaluasi akan mereka lakukan kepada semua cabang olaharaga yang akan dipertandingkan pada PON XX 2020. Termasuk cabang olahraga Atletik yang akan diwarning hingga bulan Februari 2020.

“Seperti cabang olahraga Atletik yang akan kami lihat perkembangannya pada bulan Februari mendatang, karena ini cabang olahraga terukur, jika tidak bisa menambah waktunya selama mengikuti latihan beberapa bulan ini, maka kami akan evaluasi, apakah pelatihnya atau atletnya,” ujarnya.

Taknya soal perkembangan, namun dibeberkan oleh Kenius, disipliner juga menjadi salah satu tantangan bagi para atlet dan pelatih jika masih ingin tampil pada PON yang pertama kalinya diselenggarakan di Bumi Cenderawasih.

“Masing-masing atlet dan pelatih yang ada kita lakukan avaluasi, kalau memang tidak disiplin baik maka kita juga akan evaluasi dan ini berlaku bagi seluru cabang olahraga yang dibina oleh KONI Papua,” tandasnya.

Dibaca 75 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.