Pemda Mimika dan LPMAK Temui Wagub Karim Titipkan Pelajar dan Mahasiswa | Pasific Pos.com

| 15 November, 2019 |

Penyerahan patung suku komoro oleh wabup Mimika ke wagub Jateng Penyerahan patung suku komoro oleh wabup Mimika ke wagub Jateng

Pemda Mimika dan LPMAK Temui Wagub Karim Titipkan Pelajar dan Mahasiswa

Lintas Daerah Penulis  Selasa, 01 Oktober 2019 13:47 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

SURABAYA, Pemerintah daerah kabupaten Mimika yang diwakili Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob dan Sekretaris LPMAK Abraham Timang mendatangi pemerintah daerah propinsi Jawa Timur, Senin (30/9) sore.

Perwakilan pemkab Mimika ini diterima Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak didampingi beberapa pimpinan OPD-nya, dalam pertemuan tertutup.

Pertemuan yang diawali dengan jamuan makan bersama ini merupakan bentuk nyata Pemda Mimika dan LPMAK dalam memperhatikan persoalan yang dialami pelajar dan mahasiswa Mimika di Jawa Timur.

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob diawal pembicaraan menyampaikan salam dari Bupati Mimika Eltinus Omaleng kepada Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Dardak. Ia juga menyampaikan terimakasih karena kedatangan mereka disambut hangat Pemprov Jateng.

Rettob mengatakan kedatangan Pemda Mimika, LPMAK beserta tokoh agama dan tokoh masyarakat guna melaporkan keberadaan mahasiswa dan pelajar Mimika yang menimba ilmu di Jawa Tengah.

Selain itu untuk memberikan rasa aman dan nyaman terhadap keberadaan mereka karena Jawa Tengah merupakan salah satu kota studi bagi anak-anak Papua terutama yang berasal dari Mimika.

"Saat ini ada eksodus besar-besaran pelajar dan mahasiswa dari pulau Jawa ke Papua terutama Mimika. Ini terjadi karena mereka merasa tidak nyaman dan aman. Alasannya karena adanya intimidasi namun mereka tidak bisa menjelaskan secara spesifik intimidasi apa yang mereka alami. Makanya kami kesini untuk memastikan semua itu," ungkapnya.

Wabup mengatakan, dengan adanya pertemuan ini secara tidak langsung mereka ingin menitipkan pelajar asal Mimika kepada Pemprov Jawa Timur sehingga mereka merasa mempunyai orangtua dan tempat mengadu ketika ada persoalan.

"Kami ingin pastikan anak-anak kami yang sekolah disini baik-baik saja karena kabar yang kami dengar ada oknum-oknum yang mengintimidasi mereka, sehingga mereka merasa tidak nyaman untuk belajar dan menetap disini," ujarnya.

Dikatakannya lebih lanjut, pelajar dan mahasiswa asal Mimika merupakan anak-anak yang dengar-dengaran dan tidak suka berbuat onar. Namun kadang mereka terpengaruh dari lingkungan internal sehingga akhirnya terlibat dalam persoalan-persoalan tertentu.

“Jika ada kelakukan atau sifat yang kurang menyenangkan, tolong infokan ke kami sehingga pemerintah daerah dan LPMAK dapat menjembataninya dan memberikan pembinaan kepada mereka,” harapnya.

Disebutkan, di Jawa Tengah ada 300-an pelajar dan mahasiswa asal Mimika. Studi mereka di Jateng terbagi atas bantuan pendidikan dari Pemda Mimika, beasiswa LPMAK dan biaya dari orangtua.

Wabup juga menjelaskan, di Semarang, Jawa Tengah pihaknya telah menemui gubernur dan pihak keamanan Polda Jawa Tengah. Gubernur dan kepolisian disana berkomitmen memberikan rasa aman dan nyaman bagi mahasiswa Papua khususnya asal Mimika.

"Kami sudah berkunjung ke Semarang untuk kegiatan yang sama. Kami juga meminta agar jaminan keamanan disana juga diberikan disini. Harapan kami agar mereka bisa menyelesaikan studi dan selalu menjadi bagian sebagai masyarakat Jawa Tengah. Ke depan kami upayakan asrama dari Timika tidak akan homogen lagi supaya anak-anak bisa mengenal dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya," ungkapnya.

Sekretaris Eksekutif Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) Abraham Timang melaporkan bahwa lembaganya membiayai 108 pelajar dan mahasiswa yang mengenyam pendidikan di Jawa Timur.

“Kalau mau dipikir seharusnya mahasiswa dan pelajar yang paling banyak pulang itu dari sini (Jateng-red) tapi justru di kota studi lain, banyak yang pulang. Kami berterimakasih karena ada perhatian pemerintah sehingga eksodus tidak terjadi disini,” ungkapnya.

Dikatakan, pelajar dan mahasiswa kembali karena alasan intimidasi. Bukan hanya dari dalam namun juga karena seringnya didatangi aparat intelejen sehingga anak-anak ini merasa tidak nyaman karena selalu diawasi.

“Kami tahu bahwa yang dilakukan merupakan bentuk dukungan keamanan bagi anak-anak kami, namun karena terus menerus dilakukan maka ini jadi soal apalagi anak-anak kami mudah terprovokasi. Kita minta gubernur dan wakil gubernur melihat persoalan ini,”!ungkapnya.

Ia juga meminta agar Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur memberikan perhatian dan bantuan kepada anak-anak yang ingin kembali melanjutkan sekolah di Jawa Timur. Terutama bagi mereka yang sudah mendapatkan penolakan dari sekolah atau universitas.

“Anak-anak yang pulang ada yang sudah sampaikan mau kembali melanjutkan studi mereka. Kami minta jangan sampai ada sekolah atau kampus yang tidak menerima ketika mereka kembali. Sekolah-sekolah dan perguruan tinggi di Papua dan Papua Barat terutama Mimika tidak bisa menampung mereka. Kalau mereka kembali kemudian disini tolak maka mereka disana juga akan kesulitan,” terangnya.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak dalam arahannya mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mimika bersama LPMAK yang telah datang berkunjung langsung ke Surabaya, guna memastikan kondisi pelajar dan mahasiswa yang ada.

"Kami ucapkan terimakasih atas kunjungan ini. Pertemuan ini bukan hanya berdampak pada keberadaan adek-adek kita disini namun juga membuka ruang komunikasi secara bersama demi pelajar dan mahasiswa,“ tuturnya.

Ia menegaskan bahwa Pemprov Jawa Timur memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan kepada seluruh pelajar dan mahasiswa Papua. Ia tidak ingin pelajar dan mahasiswa melakukan eksodus ke Mimika.

"Kami jamin keamanan pelajar dan mahasiswa Papua di sini. Tidak ada dari kita yang mau mereka pulang. Kami membuka diri untuk berkomunikasi mengenai kelanjutan pendidikan anak-anak kita dari Timika. Kami akan komunikasi dengan lembaga dan sekolah sehingga ketika mereka kembali, tidak mendapat penolakan. Kami jamin keamanan dan kenyamanan mereka,” ungkapnya.

Dijelaskan, peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu di Surabaya adalah tindakan individu namun telah menyebabkan polemik yang berkepanjangan hingga saat ini. Iapun tidak ingin mengeralisasi keadaan tersebut.

Wagub Jawa Timur ini juga meminta Pemda Mimika dan LPMAK mensandingkan data jumlah mahasiswa asal Mimika yang melanjutkan studi di Surabaya.

“Data ini tujuanya agar kita tahu pasti berapa yang sudah pulang, berapa yang masih ada, mereka sekolah dan kuliah dimana sehingga kita langsung lakukan koordinasi internal agar tidak ada penolakan bagi mereka yang ingin kembali melanjutkan studi disini,” ungkapnya.

“Data nanti diserahkan ke asisten 1. Kami juga akan terus melakukan koordinasi dengan Pemda Mimika sehingga selalu tercipta komunikasi karena adek-adek ini telah menyatu dan menjadi bagian dari masyarakat Jawa Timur. Kita ingin mereka semua berhasil dalam studi selama berada disini,” terangnya.

Dibaca 57 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX