Kemenhub Prioritaskan 3 Pembangunan Bandara di Papua Barat, Manokwari Salah Satunya | Pasific Pos.com

| 15 December, 2019 |

Kemenhub Prioritaskan 3 Pembangunan Bandara di Papua Barat, Manokwari Salah Satunya

Papua Barat Penulis  Senin, 30 September 2019 14:17 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, PbP - Tiga Bandar Udara (Bandara) di Provinsi Papua Barat, ditargetkan dapat beroperasi secara maksimal di 2021, setelah mendapat suntikan dana dari APBN, melalui DIPA Kementerian Perhubungan RI, selama tiga tahun anggaran.

Tiga bandara yang jadi prioritas Kementrian Perhubungan RI, yang dianggarkan dalam APBN tahun 2019 hingga 2021, yaitu  Bandara Rendani Manokwari, Siboru Fakfak dan Marinda Raja Ampat. 

"Kami telah lakukan rapat koordinasi dan dari hasil pembicaraan dengan gubernur, kami akan fokus terhadap 3 bandara. Selama 3 tahun anggaran, kita akan konsisten untuk menyelesaikan pembangunan bandara-bandara tersebut," kata Mentri Perhubungan (Menhub), Budi Karya, kepada awak media di Bandara Rendani Manokwari, Jumat (27/9) lalu.

Untuk mempercepat pembangunan 3 bandara di Papua Barat ini, Budi Karya meminta gubernur dan bupati untuk menyiapkan proposal lengkap dengan perincian anggaran yang jelas termasuk pembebasan lahannya.

"Secepatnya kita bisa menerima proposal tersebut, sehingga besaran anggaran yang dibutuhkan dapat kita ketahui, imbuhnya.

Menhub juga mengapresiasi Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, yang telah berupaya menyelesaikan pembebasan lahan, serta percepatan pembangunan Bandara Rendani, yang saat ini tengah melakukan pemancangan tiang.

"Target kita 2020 Bandara Rendani sudah selesai. Kalaupun molor pekerjaanya, 2021 pasti sudah beres," kata Budi Karya.

Kementerian Perhubungan, sambungnya, akan memenuhi kebutuhan pembangunan di Bandara Rendani, termasuk fasilitas pendukung lainnya seperti terminal sehingga tertata dengan baik.

"Kita harapkan, perpanjangan 300 meter dapat diselesaikan sehingga pesawat yang berbadan besar bisa beroperasi dengan aman di Manokwari," tukasnya.

Terkait minimnya maskapai yang beroperasi di Manokwari, ditegaskan Budi, pihaknya akan mengundang Garuda Indonesia, City Link, Sriwijaya, Lion dan Batik Air, untuk memenuhi permintaan pengguna transportasi udara di Manokwari.

"Kasihan juga kalau ke Jayapura harus melalui Sorong. Kita upayakan agar pesawat lain bisa masuk lagi ke Manokwari," kata Budi.

Sementara itu, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan menambahkan, untuk pembebasan lahan, menjadi tanggung jawab Pemprov Papua Barat dan sedang dilaksanakan.

Lanjutnya, dalam APBD-P 2019, telah dialokasikan anggaran sebesar Rp. 4,6 miliar untuk penyelesaian tiang pancang, sehingga 2020 perpanjangan run way dapat dilakukan.

"Kita harapkan 2020 sudah selesai semuanya,"singkat gubernur yang diaminkan menteri perhubungan. [ARS-R4

Dibaca 177 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX