Itar: Peserta Tidak Perlu Takut Melapor | Pasific Pos.com

| 16 December, 2019 |

Kepala Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik, Itar Prihartono saat memberi keterangan (foto:iis) Kepala Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik, Itar Prihartono saat memberi keterangan (foto:iis)

Itar: Peserta Tidak Perlu Takut Melapor

Papua Selatan Penulis  Senin, 30 September 2019 14:09 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Kepala Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik, Itar Prihartono menegaskan bahwa para peserta BPJS Kesehatan dapat melaporkan jika mengalami tindakan yang tidak sesuai dari pihak-pihak tertentu saat memberikan layanan bagi peserta JKN KIS. Jika memang ada tindakan yang dinilai tidak seharusnya dilakukan oleh petugas di rumah sakit atau Faskes yang sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan maka tidak perlu segan untuk melaporkan, baik kepada pihak BPJS sendiri maupun kepolisian.

Pasalnya, sudah ada sanksi yang akan diberikan kepada oknum-oknum petugas ‘nakal’ ketika mereka memberikan pelayanan kepada pasien yang notabene adalah peserta. “Kalau sanksi yang jelas pemerintah akan memberikan, namun sebagai korban apakah sudah melaporkan hal tersebut atau tidak? Dalam hal ini melapor ke BPJS dan polisi. Misalnya saja jika ada pungutan biaya bagi peserta, padahal sudah jelas bahwa semua peserta JKN KIS dibebaskan dari biaya pengobatan. Jadi bisa dilaporkan karena itu sudah termasuk pungli,”terangnya kepada wartawan di Rumah Kopi D’Waroeng belum lama ini.

Ia menegaskan bahwa peserta tidak perlu ragu dan takut untuk melaporkan. Dari pihak kepolisian juga akan meminta korban yang bersangkutan untuk datang langsung sehingga proses pemeriksaan dapat berlangsung efektif. Jadi bukan dari pihak BPJS Kesehatan yang melaporkan namun pihak BPJS tetap bersedia untuk mendampingi jika korban membutuhkan. Selain melapor ke pihak kepolisian dan BPJS, peserta juga dapat melaporkan ke pihak Dinas Kesehatan sebagai langkah terakhir. Sebab yang berhak mengambil tindakan dan memberikan teguran kepada rumah sakit adalah dinas terkait.

“Kami siap mendampingi peserta jika ingin melaporkan karena BPJS selalu berupaya memberikan pelayanan yang terbaik demi kepuasan peserta. Semakin puas masyarakat, itu berarti pelayanan yang kita berikan juga semakin maksimal. Yang jelas, jika memang terbukti bahwa ada kasus pungli maka klaim peserta tersebut akan dipending dan tidak dibayarkan,”jelasnya. Ia menambahkan, peserta dapat mengadukan permasalahan tersebut melalui aplikasi Mobile JKN dan dari bidang kepesertaan akan berusaha menyelesaikan masalah tersebut dalam waktu tiga hari. Namun sejauh ini diakui belum ada peserta dari Merauke yang mengalami permasalahan signifikan dan meminta pendampingan BPJS Kesehatan untuk melapor.

Dibaca 61 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX