Pembelian Obat Di Luar Paling Banyak Diadukan | Pasific Pos.com

| 9 December, 2019 |

Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Merauke, Yulisna C.Sahetapi (foto:iis) Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Merauke, Yulisna C.Sahetapi (foto:iis)

Pembelian Obat Di Luar Paling Banyak Diadukan

Papua Selatan Penulis  Senin, 30 September 2019 14:06 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Merauke, Yulisna C.Sahetapi mengemukakan bahwa terkait dengan aplikasi layanan pengaduan yang dapat digunakan oleh peserta JKN KIS maka seluruh peserta diharapkan dapat memberikan informasi jika mengalami kendala layanan di Faskes seperti Puskesmas, dokter keluarga maupun rumah sakit. Selama ini hal yang paling sering diadukan adalah tentang pembelian obat yang harus dilakukan di luar. “Jadi aduan yang paling banyak kami terima adalah tentang pembelian obat di luar.

Oleh sebab itu sebelum melakukan tindakan, kami harus mengkonfirmasi dulu sehingga ada dasar dan menjadi jelas mengapa hal tersebut bisa terjadi,”jelasnya kepada wartawan saat ditemui usai gathering di Rumah Kopi D’Waroeng belum lama ini. Ia mengungkapkan, alasan yang sering disampaikan setelah pihaknya melakukan kroscek adalah stok obat yang kosong dan kondisi ini tentu di luar kendali pihak Faskes. Apalagi ongkos untuk pengiriman juga cukup besar sehingga merekapun sangat membutuhkan dukungan dari instansi terkait. Dari pihak BPJS Kesehatan juga selalu menyampaikan kepada rumah sakit dan FKTP terkait dengan ketersediaan obat agar dapat diperhatikan sehingga tidak sampai mengalami kekosongan.

Namun dalam hal ini pihak rumah sakit juga tidak bisa sepenuhnya disalahkan karena dari data yang ada, ternyata peserta sudah menandatangani surat pernyataan bahwa mereka bersedia membeli obat di luar. Jadi ketika sudah ada pernyataan yang resmi ditandatangani seperti itu maka pihak BPJS Kesehatan tidak bisa menyalahkan rumah sakit. Oleh karena itu agar tidak terjadi masalah di kemudian hari, peserta dihimbau untuk membaca dengan seksama pernyataan yang akan ditandatangani. “Jadi pesertapun harus cerdas untuk jeli melihat apakah obat tersebut ditanggung oleh BPJS Kesehatan atau tidak,”ujarnya.

Dibaca 49 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.