Pemimpin Harus Punya Keberanian Dan Integritas | Pasific Pos.com

| 21 November, 2019 |

Drs. Jermias Dupai J. Basik-Basik, Dr.Fitriani, S.Kom, M.Si dan Hj.Dewi Nuraeni saat menjadi pembicara talk show (foto:iis) Drs. Jermias Dupai J. Basik-Basik, Dr.Fitriani, S.Kom, M.Si dan Hj.Dewi Nuraeni saat menjadi pembicara talk show (foto:iis)

Pemimpin Harus Punya Keberanian Dan Integritas

Papua Selatan Penulis  Senin, 30 September 2019 03:22 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Seorang pemimpin harus memiliki keberanian, mempunyai visi yang jelas, komitmen, integritas dan bermoral. Inilah yang menjadi konsep dari seorang pemimpin khususnya di era milenial dan jika seorang pemimpin tidak memiliki keberanian maka sebaiknya tidak usah menjadi pemimpin. Apalagi tidak ada keberanian dalam mengambil suatu kebijakan sehingga jika tidak ada keberanian maka orang tersebut dapat dikatakan tidak memiliki bakat menjadi seorang pemimpin.

Hal tersebut disampaikan Drs. Jermias Dupai J. Basik-Basik, salah seorang pembicara dari kalangan birokrasi saat tampil pada acara talk show generasi muda Merauke menjadi pemimpin di era milenial yang dilaksanakan Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa/Pelajar Indonesia Sulawesi Selatan (IKAMI SULSEL) Cabang Merauke, Sabtu (28/9) di Restoran The Rooftop. Menurut Jermias, memimpin di era sekarang memang sangat berbeda dengan era-era sebelumnya. Baik dalam hal minset, tipical maupun karakter semua sangat berbeda, apalagi dengan era yang serba digital saat ini. Era milenial tidak hanya penuh dengan tantangan tetapi semua berlangsung serba cepat sehingga siapapun harus bisa beradaptasi dengan perkembangan IPTEK.

Terlebih lagi dengan maraknya media sosial sehingga pemimpin yang tidak dapat beradaptasi dengan dunia IT tentu akan tertinggal bahkan akan terkesan gaptek. Namun diakui dengan semakin canggihnya teknologi tidak membuat semua orang bisa beradaptasi sehingga pasti akan tertinggal. “Jadi pintar-pintarlah kita menggunakan media teknologi yang ada karena jika tidak maka kita akan dijajah oleh teknologi itu sendiri. Jika tidak bijak dalam menggunakan akan berdampak buruk khususnya bagi generasi muda. Jadi kita diperhadapkan dengan satu masa yang betul-betul memprihatinkan namun di sisi lain, mau tidak mau kita memang harus masuk dan berada di era itu,”jelasnya.

Sementara itu Dekan Fisip Unmus, Dr.Fitriani, S.Kom, M.Si menjelaskan, ada beberapa karateristik yang harus dimiliki oleh leader di era milenial. Antara lain mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menghadirkan proses kerja yang efektif dan efesien, dapat menempatkan diri sebagai pengamat maupun pendengar, mampu menjadi sosok yang cepat, cerdas dan mempunyai pemikiran yang terbuka. Dalam hal ini dapat menerima semua kondisi di lapangan tetapi juga dapat mengubahnya menjadi sebuah tantangan dan peluang. Seorang pemimpin harus bisa menemukan jalan keluar dari sebuah permasalahan.

Selain itu seorang pemimpin harus dapat menghargai setiap pemikiran yang ada dan berani mengambil keputusan yang berbeda demi kemajuan sebuah organisasi.
“Tidak apa-apa jika berbeda dan jangan takut untuk berbeda karena kita memang hidup dalam perbedaan,”jelasnya. Ia menambahkan, seorang pemimpin juga harus memiliki kemampuan untuk bangkit dari sebuah kegagalan dengan cepat dan mampu merangkul semua unsur dalam organisasi yang dipimpin. Sedangkan menurut Hj.Dewi Nuraeni yang merupakan Anggota DPRD Kabupaten Merauke, pemimpin adalah orang yang diberi tugas dan tanggung jawab bahkan bisa mempengaruhi pihak-pihak atau orang yang dipimpin. Dapat melakukan hal yang benar dengan cara yang benar, mampu menciptakan visi yang inspiratif dan dapat menciptakan suatu tujuan serta memiliki karisma sehingga dapat diikuti oleh orang yang dipimpin. Memimpin tidak hanya berlaku dalam sebuah organisasi karena pemimpin dan pimpinan adalah dua hal yang berbeda. Sebagai seorang pemimpin harus dapat memberikan jalan atau alternatif yang baik dan benar sehingga orang yang dipimpin juga dapat melaksanakan dengan baik.

“Pemimpin harus dapat memberikan ruang, memberikan energi, memberikan ilmu bahkan bisa menerima ilmu dari yang dipimpin. Contoh dalam skala kecil, dimana kita harus dapat memimpin anak-anak kita agar bisa mencapai tujuan dan tetap berada di koridor agama yang dianut serta tetap sesuai dengan apa yang diajarkan oleh agama. Jadi harus jelas tujuan dan visi misinya serta orang yang dipimpin juga dapat berkembang,”terang Dewi.

Dibaca 46 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX