GSG Wanita Thabita Akan Disulap Jadi Sebuah Hotel | Pasific Pos.com

| 20 November, 2019 |

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE., M.Si., ketika melakukan penandatanganan berita acara pembongkaran aset Gedung Serbaguna (GSG) Wanita Thabita yang akan direvitalisasi menjadi sebuah hotel Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE., M.Si., ketika melakukan penandatanganan berita acara pembongkaran aset Gedung Serbaguna (GSG) Wanita Thabita yang akan direvitalisasi menjadi sebuah hotel

GSG Wanita Thabita Akan Disulap Jadi Sebuah Hotel

Kabupaten Jayapura Penulis  Senin, 30 September 2019 02:57 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

SENTANI - Gedung Serbaguna (GSG) Wanita Thabita milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura yang dikelola oleh TP-PKK Kabupaten Jayapura akan direvitalisasi. Aset daerah ini akan dibangun sebuah hotel.

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE., M.Si., mengatakan, revitalisasi Gedung Wanita Thabita merupakan sesuatu yang baru karena selama ini aset (gedung) tersebut digunakan untuk kegiatan organisasi perempuan maupun kegiatan umum lainnya.

Menurutnya, revitalisasi ini bisa dikembangkan untuk fungsi yang lebih besar lagi. Di dalamnya juga tetap ada kegiatan ibu-ibu sehingga diharapkan ibu-ibu tetap berada dalam gedung tersebut.

“Revitalisasi inikan sesuatu yang baru, karena selama ini gedung dipakai untuk kegiatan ibu-ibu seperti kegiatan pembinaan tetapi juga untuk kegiatan-kegiatan umum lainnya. Nah, kita lihat bahwa ini bisa dikembangkan untuk fungsi yang lebih besar lagi dan di dalam gedung tersebut juga tetap ada kegiatan ibu-ibu. kita berharap ibu-ibu tidak keluar dari gedung ini sebab mereka punya sekretariat, tapi juga hasil-hasil kerajinan dari ibu-ibu bisa dipasarkan disini supaya tamu-tamu hotel yang datang bisa membelinya,” ujar Mathius Awoitauw.

Lebih lanjut Mathius menjelaskan, Bekas gedung Wanita Thabita ini tidak hanya dibangun sebuah hotel juga gedung atau ruang pertemuan.

“Sehingga aktivitas pembinaan ibu-ibu tetap jalan, kan gedung ini kan masih ada beberapa ruang-ruang lagi dibangun yang sewaktu-waktu bisa digunakan untuk kepentingan masyarakat,” paparnya.

Mathius mengakui, fungsi pembinaan kegiatan ibu-ibu masih tetap ada di dalam gedung tersebut. Namun demikian, Mathius menyampaikan, bahwa pihaknya membuat hotel ini fungsinya bisa lebih banyak atau ganda lagi.

“Kalau tempat ini dibangun dengan model seperti ini, bukan saja bermanfaat untuk kegiatan ibu-ibu. Tetapi, juga bisa menjadi pemasukan untuk penerimaan asli daerah (PAD) dari hasil revitalisasi gedung Wanita Thabita ini,” akunya.

“Untuk itu, kerjasama ini kita berharap juga bisa meningkatkan aktivitas-aktivitas pemerintah daerah bahwa apapun kegiatan pemerintah daerah yang menggunakan hotel selama ini bisa kita gunakan tempat ini,"

"Supaya biaya-biaya yang kita keluarkan itu tetap kembali ke kas daerah, dan begitupun juga kalau ada pihak-pihak lain yang menggunakan tempat ini,"

Dengan demikian, saya pikir ini bisa sangat efektif dan aset ini bisa berguna lebih maksimal lagi untuk kepentingan daerah maupun kepentingan masyarakat secara umum,” tukas Mathius.

Dibaca 78 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX