Laka Maut di Kampung Abreso, 1 Orang Tewas | Pasific Pos.com

| 13 December, 2019 |

Laka Maut di Kampung Abreso, 1 Orang Tewas

Papua Barat Penulis  Jumat, 27 September 2019 21:56 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Ransiki, TP - Kecelakaan maut menelawan nyawa, kembali terjadi di Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), tepatnya di Jl. Baypas, Kampung Abreso, Kamis (26/9).

Laka maut terjadi sekitar pukul 17.00 WIT, antara truk warna kuning dengan nomor polisi PB 9709 AA dengan pengendara motor Vikson tanpa nomor polisi, pengendara Vikson diketahui bernama Jefri Irio (27 tahun). Akibat laka maut itu, situasi Ransiki sempat mencekam, karena keluarga mengamuk dan melakukan pemalangan.

Berdasarkan informasi di tempat kejadian perkara (TKP), Jefri Irio warga Kampung Wamce, Distrik Ransiki, mengendarai motornya dari arah Abreso Pantai menuju tugu Klasis Ransiki dengan kecepatan tinggi dan tiba-tiba hilang kendali dan menabrak bagian kanan truk yang hendak belok ke arah jalan baru. Benturan tidak dapat dihindari, sehingga korban dan motornya terpental ke aspal dan keluar dari badan jalan.

Berapa selang kemudian, anggota Polsek Ransiki datang ke TKP dan berusaha menyelamatkan nyawa korban dengan melarikannya ke Puskesmas Ransiki menggunakan mobil patroli.

Korban tiba di Puskesmas Ransiki, sekitar pukul 17.30 WIT, petugas kesehatan sempat melakukan tindakan medis, namun nyawa korba tidak bisa diselamatkan, akibat benturan keras di bagian kepalanya. Korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 17.45 WIT.

Keluarga yang ikut ke Puskesmas Ransiki, tidak terima dan meminta jenazah korban dibawa ke halaman Polsek Ransiki. Keluarga korban kemudian mengamuk dan melakukan pemalangan jalan tepatnya pertigaan menuju Pasar Kenangan Ransiki menggunakan batu, papan, satu pohon pinang yang ditebang. Mereka juga membakar kayu di tengah jalan dan membuat lalu lintas sempat lumpuh.

Keadaan mulai redah dan jalan kembali dibuka sekitar pukul 19.30 WIT setelah Kapolsek Ransiki, Iptu Otto Woff didampingi sejumlah anggota berdialog dan berhasil membujuk keluarga korban.

Dalam dialog itu, keluarga korban menuntut sopir truk segera ditangkap. Keluarga juga menuntut pemilik truk untuk membayar denda sebesar Rp. 1,5 miliar. Di samping itu, mereka juga menutut pihak kepolisihan harus menangkap dua orang teman korban yang sebelumnya dikabarkan sama-sama pesta miras.

Kapolsek menyampaikan duka mendalam atas apa yang dirasakan keluarga korban. Kapolsek meminta keluarga korban menyerahkan persoalan tersebut kepada pihak kepolisihan dan untuk sama-sama menyelesaikan. Truk dan sepeda motor korban diamankan polisi.

Berdasarkan pengakuan salah satu keluarga, sebelum kejadian korban dari kampugnya datang ke Puskesmas Ransiki untuk menjenguk keluarganya yang hendak melahirkan. 

"Dia ada di puskesmas sini. Tapi ada temannya ajak kesana jadinya begini. Dia punya isitri dan satu anak masih umur empat tahun," ujar salah satu keluarga korban.

Berdasarkan pantauan Tabura Pos, jenazah korban yang dempat diletakkan di halaman Polsek Ransiki sudah dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.  [CR35-R4] 

Dibaca 133 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.