Lindungi Atlet, KONI Papua Jajaki Kerjasama Dengan BPJS | Pasific Pos.com

| 14 November, 2019 |

Lindungi Atlet, KONI Papua Jajaki Kerjasama Dengan BPJS

Info Papua Penulis  Rabu, 25 September 2019 23:16 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Dalam rangka melindungi atlet yang sedang melakukan pemusatan latihan dan akan bertarung pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020, KONI Papua sedang menjajaki kerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Papua Cabang Jayapura.

Selain itu, KONI Papua juga memastikan atlet Papua yang sakit akan mendapat pelayanan kesehatan kelas 1 di Rumah Sakit (RS) yang ada di Jayapura, Timika.

Selain RS pemerintah terdapat RS Swasta yang menjadi rujukan KONI yakni RS Provita dan RS Dian Harapan.

“Rumah sakit rujukan swasta yang ada di Jayapura adalah RS Provita dan RS Dian Harapan. Selain kedua rumah sakit ini, KONI bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Papua untuk layanan di berbagai rumah sakit pemerintah seperti di RS Dok II Jayapura, RS Yowari, RS Abepura dan juga termasuk RS Bhayangkara, RS Marthen Indey dan RS Angkatan Laut,”ungkap Anggota Bidang Hukum KONI Papua, Hengky Sawaki dalam keterangan persnya, Rabu (25/9/2019).

Sawaki mengatakan Bidang Hukum KONI Papua saat ini sedang mempelajari berkas-berkas kontrak kerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan Rumah Sakit. Diharapkan segera rampung sehingga pelayanan kesehatan bagi atlet, pelatih yang sedang menjalani Training Center (TC) atau pemusatan latihan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XX dapat terealisasi.

“Kerjasama dengan rumah sakit di Jayapura dan Timika kita lakukan dengan menggandeng BPJS. Ada mekanisme di BPJS itu diatur secara nasional. Namun kita minta agar bagaimana solusinya untuk memotong birokrasi itu menjadi pendek sehingga layanan kepada atlet bisa segera terealisasi dengan baik,”ungkapnya.

Lebih lanjut Sawaki menginformasikan bahwa KONI juga menjajaki kerjasama dengan PT. Kimia Farma untuk pemenuhan kebutuhan suplemen dan obat-obatan bagi atlet. Distribusi suplemen dan obat bagi atlet ini dikhususkan untuk layanan di Klinik Kesehatan milik KONI Papua.

“Kita juga akan melakukan kerjasama dengan Kimia Farma karena terkait dengan kebutuhan obat-obatan maupun suplemen untuk kepentingan para atlet. Kita pilih Kimia Farma karena itu merupakan bagian dari pelayanan menuju prestasi Papua di PON XX,”bilang Hengki.

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa saat ini penjajakan kerjasama antara KONI, Dinkes dan BPJS masih terus dilakukan dan diharapkan dalam waktu dekat layanan kesehatan ini bisa direalisasikan.Mengenai besaran biaya, Hengki mengaku masih dalam perhitungan.

“Angka (pembiayaan) masih kita hitung kalau kita bisa cepat menyelesaikan nya itu bisa dari Oktober ini sampai Desember 2020 itu kita akan bayarkan untuk kepentingan atlet, pelatih dan pengurus KONI dan staf KONI,”ujar mantan Anggota DPRD Papua itu.

Pada kesempatan tersebut, Sawaki mengatakan bahwa seluruh berkas kerjasama telah dilaporkan kepada Ketua KONI Papua melalui Sekretaris Umum KONI Papua dan telah ditindaklanjuti dengan pertemuan antara atlet, pelatih dan pengurus KONI, Selasa siang (24/9/2019).
Berkas-berkas kontrak kerjasama layanan kesehatan ini sedang di pelajari Bidang Hukum KONI Papua bersama Kepala Klinik Kesehatan KONI Papua.

“Kami dari bidang hukum bersama-sama dengan dokter Anton (Kepala Klinik Kesehatan KONI Papua), kita akan lihat rumusan-rumusan masalah kontrak kerjasama ini. Kita kejar kalau boleh Oktober ini sudah final semua,”harap Henki Sawaki.

Dibaca 60 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.