Nur Kolis: Uang Tidak Layak Sebaiknya Tidak Diedarkan | Pasific Pos.com

| 11 December, 2019 |

Penyelia Perkasan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Nur Kolis (foto:iis) Penyelia Perkasan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Nur Kolis (foto:iis)

Nur Kolis: Uang Tidak Layak Sebaiknya Tidak Diedarkan

Papua Selatan Penulis  Rabu, 25 September 2019 19:06 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Penyelia Perkasan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Nur Kolis mengemukakan bahwa idealnya, uang yang tidak layak sebaiknya tidak diedarkan kepada masyarakat dan hanya diedarkan yang layak edar saja. Jadi uang yang tidak layak akan ditampung oleh Bank Indonesia untuk dimusnahkan. Melalui sosialisasi kelayakan uang beredar (soil level) maka pihaknya akan berupaya untuk menggali permasalahan yang ada dan mencari solusi secara bersama dengan pihak perbankan yang hadir.

Sebenarnya yang membuat uang di satu daerah dalam keadaan lusuh juga karena factor masyarakat yang enggan datang ke bank untuk menukar uangnya dan belum dapat menyimpan uang dengan baik. Selain itu dari sisi geografis juga ikut mempengaruhi, antara lain kondisi daerah yang terlalu panas, kondisi lautan yang menyebabkan uang menjadi lembab dan daerah tersebut masih tergolong 3T sehingga jauh dari perbankan.

Sedangkan dari sisi perbankan, diakui masih ada teller yang kurang memahami terkait dengan di titik mana saja uang itu bisa diedarkan. “Jadi idealnya, uang yang tidak layak sebaiknya tidak diedarkan kepada masyarakat dan hanya diedarkan yang layak edar saja. Jadi uang yang tidak layak akan ditampung oleh Bank Indonesia untuk dimusnahkan,” ”jelasnya kepada wartawan di sela-sela sosialisasi di Swiss-Belhotel belum lama ini.

Lebih lanjut ia mengemukakan, sosialisasi kelayakan uang beredar (soil level) akan diagendakan secara rutin setiap triwulan dan dilakukan survey internal sehingga hasil yang diperoleh dari survey tersebut pihaknya dapat menentukan rambu-rambu khusus, apakah tingkat kelayakan uang tersebut dalam kondisi hati-hati, di bawah standar atau kondisi hijau. Namun pihaknya tetap mengharapkan agar uang yang beredar di masyarakat tetap dalam kondisi yang bagus dan jika ditemui ada uang yang sudah dalam kategori kondisi hati-hati atau berwarna kuning maka akan segera dilakukan edukasi.

Dalam hal ini edukasi diberikan kepada pihak perbankan sehingga Bank Indonesia dapat mengetahui letak permasalahannya dan upaya-upaya ini akan dilakukan secara berkesinambungan. Untuk di lingkup Bank Indonesia sendiri, uang dibagi menjadi 16 kategori yang meliputi kondisi uang paling lusuh di titik angka 1 hingga uang yang paling bagus ada di titik 16. “Kita harapkan peredaran uang di masyarakat masih berkisar di atas angka 8 dan khusus untuk di Merauke ada pada kisaran 6 dan 7. Tentu hal ini disebabkan oleh banyak factor,”pungkasnya.

Dibaca 61 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.