Jenazah Empat Korban Kecelakaan Pesawat Twin Otter Dievakuasi Ke Timika | Pasific Pos.com

| 22 November, 2019 |

beberapa kantong jenazah saat diturunkan dari pesawat beberapa kantong jenazah saat diturunkan dari pesawat

Jenazah Empat Korban Kecelakaan Pesawat Twin Otter Dievakuasi Ke Timika

Lintas Daerah Penulis  Rabu, 25 September 2019 18:56 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Timika, - Tim SAR gabungan TNI Polri berhasil mengevakuasi jenazah empat korban kecelakaan pesawat Twin Otter DHC6-400 PK-CDC di kawasan pegunungan Distrik Hoeya Rabu (25/9) pagi dan selanjutnya dibawa ke RSUD Mimika untuk dilakukan proses identifikasi.

Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Budi Purnomo, Rabu (25/9) mengatakan, helikopter Bell SA-315 B Lama PK IWV milik PT Intan Angkasa Air berhasil mendarat di 'Landing Zone' I dengan membawa empat anggota Tim SAR terdiri atas dua personel Basarnas Special Grup dan dua personel rescuer di sekitar lokasi puing pesawat Twin Otter PK CDC.

"SAR gabungan melakukan evakuasi pertama jam 06.19 WIT dan evakuasi kedua jam 07.00 WIT. Dari lokasi kejadian korban dievakuasi ke Pos Ilaga dan selanjutnya dari Ilaga jenazah para korban dibawa ke Bandara Timika dan seterusnya dibawa ke RSUD Mimika untuk dilaksanakan investigasi oleh Tim DVI Polri," jelas Brigjen Budi.

Ia menjelaskan, proses evakuasi korban kecelakaan pesawat Twin Otter memakan waktu hingga delapan hari karena kondisi medan yang sulit ditambah dengan kondisi cuaca di lokasi itu yang ekstrim karena awal tebal menutup lokasi disertai angin kencang.

"Esok masih ada tahapan kedua untuk mengevakuasi black box yang berisi voice data recorder dan flight data recorder. Kami tetap memback-up operasi kedua ini untuk mengevakuasi black box dan hal itu akan dimulai esok pagi," jelasnya.

Ia mengatakan sejak pesawat Twin Otter PK CDC itu dinyatakan hilang kontak dalam penerbangan rute Timika-Ilaga pada Rabu (18/9) hingga hari ke-empat pencarian baru bisa menemukan kepastian lokasi jatuhnya pesawat tersebut.

Selanjutnya pada hari ke-lima operasi, Tim SAR gabungan mengulangi peninjauan ke lokasi tersebut untuk menentukan titik pendaratan helikopter (Landing Zone) untuk menurunkan Tim SAR yang akan mengevakuasi jenazah para korban.

Dansatgas Nemangkawi Kombes Pol. John Sitanggang mengatakan, Tim DVI Mabes Polri telah didatangkan ke Timika untuk melakukan identifikasi jenazah empat korban kecelakaan pesawat Twin Otter PK CDC.

"Setelah semua proses identifikasi selesai, maka jenazah bisa dibawa ke keluarga masing-masing untuk dikebumikan. Proses identifikasi sementara berjalan," katanya.

John memperkirakan kondisi jenazah para korban sudah tidak utuh lagi mengingat pesawat Twin Otter PK-CDC itu mengalami benturan keras saat menghantam tebing gunung.

"Kemungkinan besar jenazah sudah rusak," jelasnya.

Lokasi jatuhnya pesawat Twin Otter PK CDC itu diketahui berada pada area yang sangat terjal dengan kemiringan 80-90 derajat (dinding tegak) pada ketinggian sekitar 13.500 kaki atau sekitar 3.900 meter diatas permukaan laut.

Pesawat Twin Otter PK CDC itu dikemudikan Kapten Pilot Dasep Ishak Sobirin dengan Copilot Yudra dan mekanik Ujang Suhendar, membawa serta seorang penumpang yaitu Bharada Hadi Utomo.

Bharada Hadi Utomo merupakan anggota Resimen II Koorps Brimob Polri.

Sebelum mengalami kecelakaan bersama pesawat Twin Otter PK CDC di kawasan pegunungan Distrik Hoeya, Bharada Hadi Utomo baru tiba di Papua untuk melaksanakan tugas pengamanan di wilayah Ilaga, Kabupaten Puncak. (Ricky).

Dibaca 75 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX