Pasar Mama Papua di Sanggeng akan Diaktifkan | Pasific Pos.com

| 13 December, 2019 |

Pasar Mama Papua di Sanggeng akan Diaktifkan

Papua Barat Penulis  Sabtu, 21 September 2019 12:36 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Pasar mama-mama Papua yang berada di kompleks Pasar Sanggeng, Manokwari yang dibangun sejak 2016 saat ini mubazir. Untuk itu, Pemkab Manokwari berencana mengaktifkan kembali pasar tersebut.

Asisten II Sekda Kabupaten Manokwari, Harjanto Ombesapu, mengatakan pasar itu harus diaktifkan kembali agar mama-mama Papua yang berjualan di luar pasar dimasukkan kembali ke dalam pasar tersebut.

Sejak 2016 sampai sekarang, katanya, pasar itu tidak efektif karena tidak digunakan mama-mama Papua. Padahal, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dinas Perindagkop dan UKM) Kabupaten Manokwari telah mendata mama-mama Papua yang akan memanfaatkan pasar tersebut. Dari data itu, sedikitnya ada 83 mama-mama Papua yang terdaftar

“Tapi sampai sekarang pasar itu tidak digunakan, sehingga kelihatannya kotor. Untuk itu, kita perlu aktifkan kembali supaya mama-mama Papua tidak berjualan di jalan yang kena panas, dan berjualan di tempat yang teduh,” ujar Ombesapu ketika melakukan sosialisasi kepada mama-mama Papua di Pasar Sanggeng, Jumat (20/9).

Menurutnya, jika di pasar itu ada satu meja yang digunakan oleh dua penjual, maka tidak efektif. “Nanti setelah lima tahun, dilihat untuk diprogramkan atau direhab kembali,” katanya.

Sesuai permintaan mama-mama Papua, kata dia, kemungkinan untuk membongkar semua meja bisa, tapi untuk memperbesarnya kemungkinan tidak bisa.

“Jika dibuka dan dijadikan los saja, maka siapa saja yang datang bisa berjualan di situ. Kalau kios-kios kan beda,” sebutnya.

Untuk lapak-lapak baru, Ombesapu mengatakan, pemda akan melakukan survei dan sosialisasi untuk melakukan penertiban. Pemda akan membentuk tim satgas, yang terdiri dari Satpol PP, Disperindagkop, serta Dinas Perhubungan, Kelautan, dan Perikanan Manokwari. Tim satgas itu yang akan menata semua kawasan di Pasar Sanggeng.

“Kita utamakan fasilitas yang sudah kita siapkan harus dimanfaatkan. Kalau tidak dimanfaatkan akan mubazir seperti yang terlihat sekarang di pasar itu,” imbuhnya.

Dia juga mengaku pasar mama-mama Papua kotor dan terkesan tidak terawat, sehingga penjual pada sore hari sebelum meninggalkan pasar harus membersihaknnya terlebih dahulu.

Salah satu mama Papua, Elsamina Maniani mengaku tidak berjualan di dalam pasar mama-mama Papua karena mejanya kecil. Ada banyak penjual, katanya, meminta agar meja diperbesar karena meja yang ada tidak cukup menampung jualannya.

Menurutnya, di pasar mama-mama Papua satu meja diperuntukkan bagi satu penjual. Namun, ada satu meja diperuntukkan bagi dua penjual. Menurutnya, penjual tidak mau berjualan di dalam karena semuanya sudah berjualan di luar.

“Jadi kita beberapa orang duduk di dalam pasar ini percuma saja, terpaksa kita duduk di luar,” sebutnya.

Dia meminta agar meja-meja yang ada dibongkar dan dibiarkan terbuka agar para penjual bisa menempatinya.

“Daripada orang duduk di luar, jual sayur-sayuran, hujan, debu, tanah. Panas juga kasian setengah mati. Sebagai penjual kami berbicara saja, kantor yang punya hak,” tukasnya. (BNB-R3) 

Dibaca 100 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX