Tidak Kantongi Ijin Keramaian, Kegiatan Mahasiswa Timika Dibubarkan Polisi | Pasific Pos.com

| 21 October, 2019 |

Beberapa warga yang diamankan usai dibubarkan Polisi Beberapa warga yang diamankan usai dibubarkan Polisi

Tidak Kantongi Ijin Keramaian, Kegiatan Mahasiswa Timika Dibubarkan Polisi

Lintas Daerah Penulis  Jumat, 20 September 2019 01:27 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Timika, Kepolisian Resor Mimika, Kamis (19/9) terpaksa membubarkan kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa asal Mimika yang pulang dari beberapa kota studi beberapa waktu terakhir.

Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto, S. IK. MH mengatakan, kegiatan yang dilakukan oleh pelajar dan mahasiswa yang diprakarsai oleh Lemasa dengan membangun posko penampungan bagi mahasiswa dan pelajar Mimika yang kembali ke Timika.

Sementara alasan tersebut sudah resmi dilarang oleh Kepolisian tidak memberikan izin karena ditenggarai aksi tersebut ditunggangi oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab dengan cara mendesign, mengumpulkan massa sehingga berpotensi menimbulkan konflik.

“Kami sudah sampaikan tidak boleh lakukan itu, kepada panitia dan korlap karena ada harus ada izin atau diprakarsai oleh pemerintah daerah. Kami sudah tegaskan bahwa tidak diperkenankan dengan hormat kepada lembaga apapun, apalagi ormas untuk melakukan mobilisasi yang membuat berkumpulnya massa atas pertimbangan keamanan,” jelasnya.

Sebelumnya kepolisian mendatangi kumpulan mahasiswa yang sedang membuat acara bakar batu kemudian diberikan immbauan untuk membubarkan diri namun ada perlawanan sehingga pihaknya mengambil tindakan tegas dengan mengeluarkan tembakan ke udara. Ada beberapa orang yang merupakan korlap yang telah diamankan untuk dimintai keterangan.

“Kami sudah imbau tapi ada perlawanan dan anggota kami dilempar. Kami bubarkan dan amankan beberapa orang yang menjadi panitia kegiatan ini untuk dimintai keterangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, aksi berkumpulnya pelajar dan mahasiswa ini dilakukan untuk mencari perhatian publik dan disokongi oleh aktor KNPB dan beberapa sudah diamankan oleh Polres Mimika.

“Jadi mahasiswa adalah aktor intelektual. Mereka ingin cari perhatian publik untuk menampung semua pelajar yang ada disini. Kami sudah tegaskan tidak perlu kegiatan itu. Kami sudah ingatkan kalau mereka mau sampaikan aspirasi maka kami siap fasilitasi dan mediasi dan sampaikan kepada pihak-pihak yang memiliki otoritas untuk ini,” jelasnya. (Ricky)

Dibaca 65 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX