Legislator Papua Soroti Tindakan Aparat Lakukan Pembubaran Paksa Bakar Batu Lemasa | Pasific Pos.com

| 22 October, 2019 |

Jhon NR Gobai Jhon NR Gobai

Legislator Papua Soroti Tindakan Aparat Lakukan Pembubaran Paksa Bakar Batu Lemasa

Sosial & Politik Penulis  Kamis, 19 September 2019 21:35 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

 

Jayapura, - Adanya pembubaran paksa yang dilakukan aparat kepolisian Mimika dalam acara bakar batu yang dilaksanakan oleh Lemasa di Timika, Kabupaten Mimika, Kamis (19/9/19), nampaknya disoroti oleh Anggota DPR Papua, John NR Gobai.

Bahkan, legislator Papua itu menyayangkan sikap aparat kepolisian di Mimika, yang sudah melakukam pembubaran secara paksa.

"Saya baru saja mendapatkan informasi dari masyarakat di Timika bahwa telah terjadi pembubaran paksa oleh aparat terhadap acara bakar batu yang dilaksanakan oleh Lemasa Timika,” kata John Gobai kepada Wartawan di ruang kerjanya, Kamis, (19/9/19).

Apalagi kata Gobai, acara bakar batu itu, merupakan acara adat, mestinya aparat yang bijaksana harus memahami bahwa itu adalah acara bakar batu atau acara adat.

Namun, lanjut John Gobai, yang terjadi pada pukul 12.00 WIT, malah pembubaran paksa terhadap acara itu yang digelar oleh Lemasa Timika bersama dengan mahasiswa dan pelajar oleh kepolisian Mimika.

Padahal, kata John Gobai, kalau anak-anak pulang dari tempat jauh dan anak-anak selamat tiba di kampungnya, itu orang tua, biasanya merayakan dengan selamatan.

“Jadi, apa yang salah dengan acara selamatan yang dibuat Lemasa. Justru harus diketahui seluruh orang bahwa Lemasa pada 18 September 2019 sudah mengajukan izin keramaian pada Kapolres Mimika, mestinya Kapolres datang mengamankan agar kegiatan berjalan damai, aman dan bukan membubarkan,” cetus Gobai.

Terkait kejadian di Papua pasca rasisme di Surabaya itu, John Gobai mengaku telah menemui Komnas HAM dan DPR RI di Jakarta, baru-baru ini.

“Ini lah saya dalam minggu lalu ke Komnas HAM dan DPR RI dan beberapa kali meminta agar 6.000 pasukan yang dikirim ke Papua itu segera ditarik,” ujarnya.

Pasalnya, ia menilai pembubaran paksa itu, menunjukkan Kapolres Mimika sungguh-sungguh tidak memahami adat istiadat yang ada di daerah Mimika.

“Ini menunjukkan bahwa Kapolres Mimika terus memelihara bahwa daerah ini adalah daerah yang rawan. Dia tidak membuat tindakan yang membawa kedamaian di tengah masyarakat,” tandas John Gobai.

Untuk itu, John Gobai meminta kepada Kapolri segera menarik 6.000 pasukan yang dikirim ke Papua. Selain itu, ia juga meminta Kapolda Papua mengambil alih kamtibmas di Provinsi Papua, tidak perlu lagi ada penambahan pasukan.

“Kapolri segera copot Kapolres Mimika. Bebaskan empat anak yang dibawa ke Polres Mimika dan bebaskan semua anak-anak Papua yang ditahan pasca kasus rasisme di Surabaya,” tegasnya. (TIARA)

Dibaca 58 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.