Tidak Hadir, SK 52 ASN Terancam Ditahan | Pasific Pos.com

| 12 December, 2019 |

Tidak Hadir, SK 52 ASN Terancam Ditahan

Papua Barat Penulis  Kamis, 19 September 2019 12:32 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Dari 73 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Manokwari yang menerima SK kenaikan pangkat, hanya 21 orang yang hadir menerima SK pada apel gabungan organisasi perangkat daerah (OPD) di halaman eks kantor Bupati Manokwari, Senin (16/9).

Sisanya sebanyak 52 orang tidak hadir menerima SK. “Dari 73 mereka yang terima SK, hanya 21 orang yang hadir. 52 orang sisanya ini ada di mana?” ujar Sekda Kabupaten Manokwari, Aljabar Makatita usai menyerahkan SK kepada para ASN yang naik pangkat pada apel gabungan kemarin.

Makatita mengingatkan pimpinan OPD bahwa penyerahan SK kenaikan pangkat terakhir dilakukan pada Senin pecan depan. Setelah itu, tidak ada penyerahan SK kenaikan pangkat lagi bagi mereka yang sudah ada namanya, namun tidak hadir pada apel gabungan untuk menerima SK.

“Artinya tidak menghubungi kepegawaian, tidak menghubungi staf kepegawaian untuk menerima fotokopi SK untuk dimasukkan dalam faftar gaji dan lain-lain,” tegasnya.

Menurutnya, sebagai ASN golongan III, harusnya mereka memberikan contoh dan teladan kepada ASN lainnya. “Jangan menuntut kenaikan pangkat, tapi kewajiban ikut apel pagi saja tidak. 52 orang pagi ini tidak ikut apel pagi, mereka yang harusnya terima SK kenaikan pangkat,” sebutnya.

Dia juga meminta pimpinan Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Manokwari bahwa Senin depan merupakan waktu terakhir penyerahan SK pada apel. Bagi yang belum menerimanya karena tidak hadir, maka SK-nya ditahan.

“Kalau mereka marah, bilang Sekda yang bicara. Menuntut hak tapi kewajiban tidak dilaksanakan. Golongan III lagi. Mungkin ada yang ke golongan IV,” katanya.

Ketidakhadiran 52 ASN itu, kata Makatita, harus menjadi catatan bagi semua ASN bahwa jika menuntut hak, harus diimbangi dengan melaksanakan kewajiban.

“Kalau begini kelihatan siapa yang kerja munafik, siapa yang kerja lihat ada pejabat baru hadir, siapa yang kerja hanya kayak capung. Capung itu dia hinggap di air sementara saja, pergi lagi, datang hinggap sebentar pergi lagi,” ujarnya.

“Jadi ini menjadi catatan bagi kita semua, apa yang bapak ibu inginkan bahwa SK segera diproses, sekarang sudah diproses harus ditindaklanjuti dengan pembagian. Sekali lagi disampaikan kepada BKD untuk tidak memberikan fotokopi SK kepada pegawai yang naik pangkat tapi tidak hadir dalam apel. Kalau ketahuan, risiko ditanggung yang bersangkutan,” tukas Makatita. (BNB-R3) 

Dibaca 89 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.