Bupati Jayapura Lantik Direksi Perusda Baniyau | Pasific Pos.com

| 22 October, 2019 |

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si., saat mengambil sumpah jabatan dan melantik tiga direktur dan badan pengawas Perusda Baniyau periode 2019-2024, di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (18/9)pagi. Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si., saat mengambil sumpah jabatan dan melantik tiga direktur dan badan pengawas Perusda Baniyau periode 2019-2024, di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (18/9)pagi.

Bupati Jayapura Lantik Direksi Perusda Baniyau

Kabupaten Jayapura Penulis  Kamis, 19 September 2019 12:17 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

SENTANI - Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE., M.Si., mengambil sumpah jabatan sekaligus melantik jajaran Direksi Perusahaan Daerah (Perusda) Baniyau dan Badan Pengawas Perusda Baniyau Periode 2019-2024.

Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan ini diselenggarakan di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (18/9) pagi.

Pelantikan direksi dan badan pengawas Perusda Baniyau, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Jayapura Nomor 188.4/341Tahun 2019 tertanggal 17 September 2019 periode 2019-2024, dengan mengangkat Izak R. Hikoyabi, S.E., selaku Direktur Utama, Martinus Yurianto, SE, selaku Direktur Keuangan dan Ir. Anike Fonataba selaku Direktur Bisnis.

Sedangkan, untuk jajaran Badan Pengawas, sebagai Ketua merangkap anggota adalah Aris Waimuri. Sedangkan dua anggota lainnya yakni Ir. Hengky Jokhu dan Nelson Yohsua Ondi, S.IP., tiba-tiba sebelum pelantikan menyatakan mengundurkan diri sebagai anggota Badan Pengawas Perusda Baniyau.
Bupati Mathius mengucapkan selamat kepada jajaran direksi dan badan pengawas Perusda Baniyau yang baru dilantik.

“Kita berharap mereka (direksi Perusda Baniyau yang baru) harus bekerja profesional, apalagi mereka sudah ada pengalaman lima tahun atau empat tahun lalu. Ini pengalaman berharga untuk mereka harus lebih keras bekerja dan juga fokus terhadap tugas sebagai direksi perusahaan daerah ini. Karena seperti tadi yang saya sampaikan, bahwa ini perusahaan dan bukan sebuah yayasan,” ujar Mathius Awoitauw ketika ditanya wartawan usai acara pengambilan sumpah dan pelantikan jajaran Direksi Perusda Baniyau dan Badan Pengawas Perusda Baniyau periode 2019-2024.

“Jadi, mereka harus menghasilkan uang untuk menyumbangkan kepada kas daerah guna pendapatan asli Daeerah (PAD). Tetapi, juga berharap keberadaan perusahaan daerah dapat membantu masyarakat untuk memasarkan hasil-hasil usaha masyarakat. Yang mana, mereka bisa menjembatani untuk pemasarannya. Untuk itu, kita berharap (perusahaan daerah) ini harus kuat dan mulai sekarang ini tidak bisa kerja biasa-biasa lagi,” sambungnya.

Ketika ditanya terkait kinerja dan prestasi dari jajaran Direksi Perusahaan Daerah Baniyau yang lama, kata Mathius, yang jelas belum mencapai harapan dan juga target kita. Karena itu, harus di evaluasi secara total dan baik.

“Kita sudah membuka pendaftaran terbuka pada publik untuk bisa mendaftar tetapi, kita dapat dengan hasil yang ada ini dan tim Uncen menyerahkan dengan hasil seleksi seperti ini, maka itu kita harus maksimalkan. Dan saya yakin, bahwa kalau mereka ini punya hati untuk berbuat seperti yang kami sampaikan, dengan pengalaman kemarin menjadi pelajaran yang berharga,” tukas Mathius.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) Perusda Baniyau, Izak R. Hikoyabi, SE., mengatakan, sebagai Direksi yang baru dilantik menggantikan direksi lama yakni Anike Fonataba di sisa waktu tiga (3) bulan kedepan, Perusda Baniyau dalam memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan di Kabupaten Jayapura itu akan lebih fokus dalam melihat sumber keuangan yang mengacu pada peraturan daerah (Perda).

“Tinggal beberapa bulan kedepan usaha nyata akan dikerjakan, aset milik pemerintah daerah seperti bangunan yang sudah lama di tempati oleh orang tertentu akan di evaluasi dan akan ditarik lagi, selanjutnya memperhatikan bisnis plan Perusda Baniyau dalam memulai setiap pekerjaan,” tutur pria yang pernah menjabat sebagai komisioner KPU Provinsi Papua ini.

Ketika disinggung soal dana penyertaan modal Rp 9 miliar kepada Perusda Baniyau dua (2) tahun belakangan ini, namun tidak memberikan kontribusi maksimal terhadap daerah, Izak Hikoyabi menyatakan kondisi tersebut disebabkan beberapa persoalan yang penyelesaiannya butuh waktu lama seperti penyelesaian kasus tanah tempat dibangunnya perumahan, namun status kepemilikan tanah belum dikelola secara penuh oleh Perusda Baniyau.

Sesuai dengan aturan dan peruntukannya, dirinya menyampaikan, bahwa perumahan yang dibangun lebih diprioritaskan kepada pegawai atau ASN di lingkup Pemkab Jayapura, karena itulah pekerjaan rumah Perusda Baniyau saat ini akan lebih menitikberatkan pada penguasaan lahan kepada Perusda Baniyau.

“Kemudian setelah Perusda Baniyau secara resmi menguasai tanah yang dimaksud, baru akan mengajukan permohonan kepada Pemda agar perumahan dapat di jual untuk masyarakat umum. Jadi, kami bersama dewan direksi harus ada sesuatu yang bisa kami dapatkan selama tiga bulan ini. Setelah itu, kita akan melihat di bisnis plan tahun 2020 hingga 2024, kalau yang saya tahu itu Rp 2 miliar per tahun target yang dikasih ke Perusda Baniyau,” terangnya.

Hadir pada acara tersebut, Sekda Kabupaten Jayapura, Dra. Hanna S. Hikoyabi, S.Pd., M.KP., Anggota DPRD Kabupaten Jayapura Klemens Hamo, pimpinan OPD di lingkup Pemkab Jayapura, serta tamu undangan lainnya.

Dibaca 90 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.