Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah Dukung Langkah Gubernur Tangani Eksodus Mahasiswa Papua | Pasific Pos.com

| 21 October, 2019 |

Wakil Ketua Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah, Ricky Ham Pagawak, SH,MSi Wakil Ketua Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah, Ricky Ham Pagawak, SH,MSi

Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah Dukung Langkah Gubernur Tangani Eksodus Mahasiswa Papua

Headline Penulis  Rabu, 18 September 2019 19:06 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA-Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah,mendukung penuh langkah Gubernur Papua, Lukas Enembe dalam menangani masalah kembalinya mahasiswa ribuan mahasiswa Papua dari kota studi di Jawa, Bali, Sumatera dan Sulawesi.

Dukungan tersebut disampaikan Wakil Ketua Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah, Ricky Ham Pagawak, SH, MSi di Kota Jayapura, Senin (16/9) kemarin.
“Saya atas nama Asosiasi Bupati Pengunungan Tengah pada prinsipnya. kami setuju dengan saran pa gubernur dalam menangani masalah mahasiswa-mahasiswa yang pulang ke Papua,seperti dalam pertemuan pa gubernur dengan para bupati-bupati se Provinsi Papua, senin malam”ujar Wakil Ketua Asosiasi Bupati Pegunungah Tengah,Ricky Ham Pagawak.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua sendiri saat ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan pertemuan internal lagi sebelum nantinya ada pertemuan lanjutan antara mahasiswa, Pemprov Papua dan para bupati se Papua untuk memutuskan hasilnya seperti apa, sebelum nantinya dibawa ke presiden.

“Seluruh mahasiswa Papua yang ada di nusantara itu mereka sepakat,satu bahasa, jadi apa yang menjadi keinginan mahasiswa Papua,dengan keinginan pemerintah dan juga keinginan masyarakat itu akan kita satukan setelah itu kita akan sampaikan ke presiden, itu hasil rapat kami, semua bupati se Papua dengan pa gubernur,” ucapnya.

Menurut Ricky Ham Pagawak yang juga Bupati Mamberamo Tengah ini, pihaknya akan terus mengikuti proses yang sedang berjalan saat ini.

Bupati dua periode ini menuturkan, pihaknya bersama-sama dengan bupati-bupati di wilayah Lapago akan melakukan pendekatan kepada masiswa.

“Kami tidak memaksakan mahasiswa untuk pulang,mereka ada disini (pulang-red) karena ada masalah, sehingga kami pemerintah juga menempatkan diri pada hal yang benar sehingga ini tidak mengundang masalah nantinya dimana mahasiswa tidak menerima kami sebagai kepala daerah atau sebagai pemerintah dengan baik,” katanya.

Dia menjelaskan, dari ribuan mahasiswa yang sudah kembali ke Papua, dari wilayah Lapago jumlahnya cukup banyak. Dan mahasiswa-mahasiswa itu saat ini sudah ditangani setiap pemda masing-masing.

Dari Kabupaten Mamberamo Tengah, misalnya, jumlah mahasiswa yang kembali ke Papua hampir mencapai dua ratus orang. Jumlah ini berasal dari kota studi Surabaya, Yogyakarta dan Manado (Sulawesi Utara).

Mahasiswa-mahasiswa Mamberamo Tegah yang pulang saat ini ditampung di asrama Mamberamo Tengah dan disiapkan makan minum maupun fasilitas lainnya, sambil menunggu masalah ini diselesaikan.

Pada kesempatan itu, dia meminta seluruh bupati untuk menghargai gubernur sebagai atasan dalam menangani masalah ini, sehingga langkah yang sudah diambil gubernur mesti didukung oleh bupati-bupati

Dibaca 177 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX