Jangan Ragukan ke Indonesiaan Orang Papua | Pasific Pos.com

| 19 August, 2019 |

Jangan Ragukan ke Indonesiaan Orang Papua

Headline Penulis  Kamis, 13 Agustus 2015 18:06 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

“Siapa Bilang Masyarakat Papua  Anti Merah Putih”

Jayapura,- Perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 70  menjadi momentum semangat patriotesme seluruh bangsa Indonesia juga rakyat Papua. "Kita melihat sekarang pemerintah menyerukan kepada masyarakat kibarkan bendera, umbul-umbul untuk menyambut ulang tahun ini, dan bisa lihat semua masyarakta  lakukan itu. Ini menunjukan satu ciri  semua masyarakat memeiliki wawasan nusantara. Bicara tentang wawasasn   berarti bicara dengan konteks Indonesia rasa  persatuan dan kesatuan, "ujar  tokoh  adat dan masyarakaat Papua George Awi,  Rabu (12/8) pagi.
Makna  HUT  Kemerdekaan ? Kata George, memaknai hari kemerdekaan   bukan hanya ucapan-ucapan namun  harus   diisi dengan berbagai pembangunan yang  menyentuh lapisan masyrakata. "Pemerintah harus terus lakukan pembangunan di tanah ini, walau penuh dengan hambatan. Buktikan kecintaaan bangsa ini kepada  rakyat Papua,"ujarnya.
Kata dia, proses keterlibatan anak-anak asli Papua dalam  berbagai bidang  itulah makna  kemerdekaan itu.  Papua bagian dari integral Republik Indonesia.  Untuk itu marilah sama-sama berkompetisi sehingga bisa menempatkan anak-anak asli Papua pada jabatan-jabatan tertentu. "Peluang sudah terbuka  tergantung sekarang kita bagaimana meraih kesempatan itu . Contoh kita telah mempunyai Kapolda Papua orang asli Papua, sekarang bagaimana kita menjaga kepercayaan itu  dan menunjukan bahwa orang Papua sebagai bagian warga negara ini yang berada di Tanah Papua. Kepercayaan diberikan pemerintah,  kita juga harus  kembalikan  dengan bentuk menjaga keamananan ini, "ujarnya
Dikatakan, kita semua  harus  memaknai  ini dengan rasa persatuan dan kesatuan.  "Kesatuan sebagai warga negara Indonesia, sebab rasa nasionalisme itu  salah satunya yaitu  mempunyai satu ciri satu budaya satu adat.  Sehingga sebagai bangsa yang berbudaya, beradab hendaklah kita saling menghargai, menghormati. Jadi saya mau tegaskan jangan ragukan ke Indonesian orang Papua, "katanya
Lalu bagaimana dengan saudara-saudara yang  berteriak merdeka? " Ini tugas pemerintah bagaimana mengindonesiakan Papua dan ini tugas dan tanggungjawab kita bersama.  Saudara-saudara kita ini  bukan menuntut melepaskan diri dari  NKRI,  tidak.   Tapi bagaimana tugas kita supaya mereka juga terlibat dalam proses pembangunan ini dalam segala bidang.   Negara ini sangat cinta Papua dan ini telah terbukti ada Undang-Undang Otonomi Khusus ,lalu Presiden  Joko Widodo akan berkunjung ke Papua sebanyak 3 kali dalam setahun. Ini menunjukan perhatian pemerintah begitu besar . 
"Dan kini banyak pembangunan telah berjalan di Papua, juga banyak  kini orang Papua terlibat dengan kemampuannya masing-masing dalam berbagai aspek pembangunan. Dan ini nyata bukan omong kosong belaka, "ujarnya lagi.
Sementara itu, Kapendam XVII/Cenderwasih Letkol Inf Teguh Pudji Raharjo mengatakan bahwa berbagai deskripsi miring telah digulirkan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak menginginkan masyarakat Papua hidup damai dalam bingkai NKRI. 
Tidak dapat dipungkiri, bahwa bergulirnya serentetan isu yang tidak bertanggung jawab hanya untuk mendeskreditkan masyarakat Papua yang samasekali tidak tahu menahu terhadap stigma yang dituding oleh pihak-pihak yang menyatakan bahwa masyarakat Papua anti terhadap Merah Putih.
Kelihatannya sederhana, tetapi sangat menusuk hati segenap masyarakat Papua yang begitu cinta akan negaranya yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia.  Perjuangan untuk lepas dari tangan penjajah Belanda 70 tahun silam oleh segenap rakyat Indonesia merupakan Gaung Kemerdekaan Sejati yang harus dikobarkan di dalam dada. Merah putih adalah harga mati yang tidak dapat ditawar-tawar lagi.
“Menurut Kapendam, semangat nasionalisme dan kebangsaan yang tinggi telah ditancapkan di dalam dada mereka, untuk dikobarkan menyambut Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-70 pada tanggal 17 Agustus 2015. 
“Pekik merdeka dan hidup Merah Putih” membahana di dalam segenap hidup masyarakat Papua yang menikmati indahnya kemerdekaan yang dirasakan saat ini. Walau di tengah terpaan hujan deras sekalipun, semangat kemerdekaan tetap membara mengucur  deras, menacapkan Merah Putih di Jiwa dan raga mereka,”ujarnya. (Fani)

Dibaca 1016 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX