Cabor POPNAS 2019 Diputuskan di CDM Meeting | Pasific Pos.com

| 21 October, 2019 |

Alex Kapisa Alex Kapisa

Cabor POPNAS 2019 Diputuskan di CDM Meeting

Olahraga Penulis  Selasa, 17 September 2019 19:56 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XV tahun 2019 yang akan dihelat di Jakarta bulan November mendatang akan mempertandingkan sebanyak 10 cabang olahraga.

Namun, 10 cabang olahraga yang akan dipertandingkan/dilombakan akan diputuskan dalam kegiatan Chef de Mission (CDM) Meeting dalam waktu dekat ini.

"Untuk cabang olahraga POPNAS akan kita putuskan dalam kegiatan CDM Meeting bersama Kemenpora dan Dinas Olahraga dan Pemuda se Indonesia," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Papua, Alex Kapisa kepada wartawan di Jayapura, Selasa, 17 September 2019.

Alex mengatakan, jumlah cabor POPNAS mengalami pengurangan dari 20 cabang menjadi 10, karena pelaksanaanya dipindahkan dari Papua ke Jakarta.

Jadi, keputusan cabor akan diputuskan bersama dalam CDM Meeting, terkait provinsi lain yang sudah melakukan pemusatan latihan dengan acuan 20 cabor, nanti semua akan diputuskan oleh Kemenpora," katanya.

Sebelumnya, Sesmenpora Gatot Dewabroto saat acara Forum Diskusi PWI Jaya yang digelar oleh SIWO PWI Jaya, dan bekerja sama dengan KONI DKI Jakarta Rabu (11/9/2019) di Hotel Grand Cempaka Jakarta.

Sesmenpora menyebutkan 10 Cabor yang akan dimainkan adalah sembilan cabor sudah tetap yakni Atletik, Renang, Bulu tangkis, Basket, Voli, Silat, Sepak Takraw, Tenis Lapangan, Tenis Meja. Satu cabang lagi belum diputuskan antara Sepakbola, Taekwondo dan Dayung.

"Jika ditanya Sepakbola kenapa, karena sebelum POPNAS ada turnamen sepakbola antar PPLP. Dimana peserta sama dengan POPNAS 2019. Sehingga jika sepakbola tidak ada maka penggantinya antara Dayung atau Taekwondo. Namun itu semua tergantung arahan dari Menpora." ujar Gatot.

Sesmenpora juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah DKI Jakarta yang sudah mau menjadi tuan rumah POPNAS. "Seharusnya POPNAS 2019 digelar di Papua. Namun Papua kemudian lempar handuk putih, mereka kesulitan keuangan dan hanya fokus persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 saja."

"Terima kasih untuk Pemprov DKI Jakarta yang bergerak cepat dan bersedia menyelamatkan POPNAS 2019. Dalam POPNAS nanti anggaran memang dari Kemenpora untuk menggelar 10 Cabor biayanya sekitar 36,8 milyar rupiah. DKI Jakarta membantu penyediaan venue pertandingan yang tidak dikenakan biaya untuk digunakan pada POPNAS 2019." lanjutnya.

Pemerintah merasa perlu menggelar POPNAS 2019, karena selain daerah sudah melakukan persiapan. Ajang ini pembinaan untuk atlet muda. "Ini ajang pembinaan, di kelompok usia ini Kita mampu bersaing di level internasional. Terbukti di Asean Schools Games kemarin di Semarang kita juara umum."

Dibaca 136 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.