Kakak SM Tidak Diizinkan Polisi Jenguk Adiknya di Tahanan Polres Manokwari | Pasific Pos.com

| 22 October, 2019 |

Kakak SM Tidak Diizinkan Polisi Jenguk Adiknya di Tahanan Polres Manokwari

Papua Barat Penulis  Selasa, 17 September 2019 13:36 0
Beri rating artikel ini
(1 Voting)

Manokwari, TP - Mikael J. Mandabayan, kakak dari tersangka kasus dugaan makar, SM, menyesalkan sikap pihak kepolisian yang tidak mengizinkannya untuk menjenguk adiknya itu di tahanan Polres Manokwari.

Dikisahkan Mandabayan, dirinya datang dari Sorong ke Manokwari untuk melihat adiknya yang ditahan di Polres Manokwari, Jumat (13/9) siang. Setelah meminta izin di pos penjagaan, dia dipersilakan masuk.

“Saat saya di dalam lingkungan Polres Manokwari, ada oknum aparat kepolisian yang piket menjaga tahanan, tidak memberikan izin kepada saya untuk menjenguk adik saya,” ungkap Mandabayan kepada para wartawan di Sekretariat DAP Wilayah III Domberay, Manokwari, Jumat (13/9) malam.

Mandabayan menambahkan, dirinya tidak lama berada di di Manokwari, hanya sekitar 2 hari dan berencana balik ke Sorong setelah kapal balik. Oleh sebab itu, dia menyesalkan sikap pihak kepolisian yang tidak mengizinkannya menjenguk SM.

Oleh sebab itu, ia berharap Kapolres Manokwari dan Kapolda Papua Barat bisa memberi ruang terhadap pihak keluarga SM menjenguknya di Polres Manokwari.

“Masa tahanan lain di tahanan Polres Manokwari bisa menemui keluarganya. Lalu, pihak lain juga bisa menemui adik saya, tetapi kami sendiri saudara kandung tidak bisa diberikan izin untuk menemui SM,” sesal Mandabayan.

Diakuinya, maksud kedatangannya ke Manokwari dari Sorong untuk menjenguk adiknya, sekaligus meminta keterangan pihak kepolisian terkait perkara hukum yang dihadapi adiknya, SM. “Saya harus tahu kenapa dan alasan apa yang membuat adik saya ditahan,” ujar Mandabayan.

Menurut dia, terkait persoalan bendera Bintang Kejora, sebenarnya itu bendera kultur, karena sudah dijelaskan dalam Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus). Pihak keluarga, tambah Mandabayan, juga mengetahui jika SM membawa aksesoris Bintang Kejora dalam tasnya.

Lanjut Mandabayan, aksesoris bendera Bintang Kejora telah ditetapkan dalam Undang-undang Otsus sebagai bendera kultur. Itu pun, sambung dia, hanya berupa selembar kertas, sehingga pihak keluarga tidak terlalu berpikir macam-macam terhadap SM.

Diakui Mandabayan, dirinya siap menggantikan posisi adiknya untuk ditahan di Polres Manokwari, karena adiknya itu mempunyai bayi yang membutuhkan asuhan. [FSM-R1

Dibaca 231 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.