Kepulangan Mahasiswa Papua Bisa Menjadi Sorotan Dunia Internasional | Pasific Pos.com

| 21 October, 2019 |

Ketua DPR Papua, Yunus Wonda Ketua DPR Papua, Yunus Wonda

Kepulangan Mahasiswa Papua Bisa Menjadi Sorotan Dunia Internasional

Headline Penulis  Jumat, 13 September 2019 15:25 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(1 Voting)

Jayapura,- Seribuan mahasiswa Papua telah meninggalkan berbagai kota tempat mereka belajar untuk kembali ke daerah bumi Cenderawasih. Masalah ini harus segera diselesaikan jika tidak maka akan menjadi sorotan dunia Internasional.

Penegasan itu disampaikan Ketua DPR Papua, Yunus Wonda usai rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Papua, Forkopimda Papua dan para Tokoh Agama maupun Adat dan lainnya di Gedung Negara, Kota Jayapura, Kamis.

Yunus menilai satu-satunya solusi untuk menyelesaikan masalah kepulangan mahasiswa Papua dari sejumlah Kota Studi adalah dengan duduk bersama mahasiswa itu sendiri.

“Jadi memang kita harap, kita pastikan kapan mereka bisa punya waktu bertemu Gubernur, DPR, MRP dan lainnya, baru kita bisa tahu. Sebab kondisi yang anak-anak hadapi itu hanya mereka yang tahu,”

Menurut Yunus Wonda, meskipun pertemuan untuk membahas masalah tersebut digelar hingga ratusan kali pun, tetap tidak akan mendapat solusinya selama mahasiswa Papua yang pulang itu tidak ikut berdialog.

“Kita sudah lakukan langkah-langkah untuk menyikapi masalah ini, tapi kan hari ini yang seharusnya mereka hadir namun malah mengembalikan undangan Gubernur Papua, artinya bagi mereka bahwa persoalan ini tidak sesederhana itu, ada persoalan yang dialami mereka,” ujarnya.

Ia pun menyatakan gelombang kepulangan mahasiswa Papua masih terus terjadi sampai sekarang, padahal seruan dan himbauan sudah dikeluarkan berbagai pihak. Data terakhir yang diperoleh DPR Papua, lanjutnya, sekitar 1.200 mahasiswa yang sudah pulang ke Papua.

“Pusat tidak bisa melihat persoalan ini hanyadaerah saja, tapi ini masalah sangat krusial, dengan banyaknya anak-anak pulang ini akan menjadi sorotan dunia internasional,” katanya.

Yunus mengakui akan mendata seluruh mahasiswa yang telah berada di Papua. Hal ini, kata dia, untuk keperluan pendistribusian bahan makanan.

“Informasi yang kami peroleh, ada sebagian mahasiswa ini yang tinggal di keluarganya, tapi ada yang juga di asrama. Kami akan data mereka, karena ini juga menyangkut makan dan hidup mereka nantinya,” pungkasnya.

Dibaca 641 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.