Pengangkatan Kepala Sekolah Bermasalah, Pelajar Tamatan SD dan SMP Ebenhaezer belum Terima Ijazah | Pasific Pos.com

| 21 September, 2019 |

orang tua siswa yang merasa dirugikan melapor ke KSPKT Polres Mimika orang tua siswa yang merasa dirugikan melapor ke KSPKT Polres Mimika

Pengangkatan Kepala Sekolah Bermasalah, Pelajar Tamatan SD dan SMP Ebenhaezer belum Terima Ijazah

Lintas Daerah Penulis  Rabu, 11 September 2019 23:12 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Timika, Buntut dari pergantian kepala sekolah secara sepihak dan tidak sesuai prosedur oleh Pengelola Sekolah Wilayah (PSW) Yayasan Pendidikan kristen (YPK) Ebenhaezer Timika, sejumlah pelajar tamatan SD dan SMP YPK Ebenhaezer Timika hingga kini belum menerima ijazah. Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu orang tua siswa saat melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Mimika, Rabu (11/9).

"Kepala sekolah SD dan SMP yang bermasalah, sehingga anak-anak kami yang mau lanjut juga bermasalah," kata John Makupiola saat memberikan keterangan di Sentra Pelayanan Polres Mimika, Rabu (11/9).

Ia menjelaskan, hingga saat ini ijazah sejumlah pelajar tingkat SD dan SMP YPK Ebenhaezer yang telah lulus belum bisa menerima ijazah lantaran belum ditanda tangani oleh kepala sekolah, karena proses pergantian kepala sekolah oleh PSW dilakukan terlebih dahulu sebelum ijazah-ijazah tersebut ditandatangani.

Selain itu daftar Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di Kementrian Pendidikan RI masih terdapat nama kepala sekolah yang lama baik SD dan SMP.

Karena telah diganti kepala sekolah yang lama baik SD dan SMP tidak bersedia untuk menandatangani ijazah-ijazah tersebut lantaran sudah tidak menjabat atau telah diganti oleh pihak PSW.

"Kepala sekolah SD dan SMP ini kenapa dia tidak mau tandatangan, sebab, pada saat proses ijazah ini belum ditandatangani PSW sudah sudah ambil langkah untuk pergantian kepala sekolah," jelasnya.

Ia mengungkapkan, proses pergantian kepala sekolah dimana saja bukan menjadi urusan orang tua, hanya saja lantaran pergantian kepala sekolah membuat anak-anak mereka dirugikan setelah melanjutkan pendidikan ke tingkat SMP dan SMA karena pihak sekolah yang menerima mereka mempertanyakan ijazah.

Yang mana saat mendaftar mereka hanya diberikan Surat keterangan hasil Ujian Nasional (SKHUN) sebagai dasar untuk mendaftar.

"Kalau masalah pergantian kepala sekolah itu kami tidak ikut campur, cuma kalau dia bijak dia harus tandatangan ijazah itu dulu sebelum pergantian," ungkapnya.

Ia berharap, pihak PSW bisa menindaklanjuti surat yang dikirim oleh Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Kristen (BP YPK) di Tanah Papua dengan mengaktifkan kembali kepala sekolah yang lama sehingga penandatangan ijazah bisa secepatnya dilakukan agar secepatnya dimasukkan kepada phak sekolah yang baru.

"Kalau bisa secepatnya PSW menindaklanjuti surat itu biar secepatnya kami dapat ijazah anak-anak kami," harapnya.

Diketahui nama kepala sekolah SD YPK Ebenhaezer yang lama Yosep Mimi Iha, S. Th digantikan oleh Frits Padwa, S. Pd sebagai kepala sekolah yang baru, dan kepala sekolah SMP YPK Ebenhaezer yang lama Yosep Watumlawar, S. Pd digantikan oleh Irene Rumbewas.

Sementara itu kepala SPKT Polres Mimika Iptu Alfred Wasia mengatakan, laporan yang diterima akan ditindaklanjuti oleh pihak Kepolisian untuk memanggil semua pihak terkait baik, PSW, Kepala sekolah, dan orang tua untuk menyelesaikan persoalan ini melalui cara mediasi sehingga anak-anak yang akan melanjutkan pendidikan tidak dirugikan.

Apabila proses mediasi menemui jalan buntu maka pihaknya akan meningkatkan membawa masalah ini ke ranah hukum.

"Jadi langkah yang diambil dari Polres, kami tidak berbicara masalah urusan sekolah tapi kami bicara masalah anak didik mereka yang sudah lulus, karena mereka mendapat dampak dari perselisihan antara kepala sekolah dengan pengurus yang lain," kata Ka SPKT ketika ditemui di ruang kerjanya di Sentra Pelayanan Polres Mimika.

Dibaca 54 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.