Keberadaan TNI dan Polri di Papua Untuk Menjamin Keamanan Warga | Pasific Pos.com

| 21 September, 2019 |

Ondofolo Besar Kampung Sereh yang juga Anggota DPRD Kabupaten Jayapura, Yanto Eluay Ondofolo Besar Kampung Sereh yang juga Anggota DPRD Kabupaten Jayapura, Yanto Eluay

Keberadaan TNI dan Polri di Papua Untuk Menjamin Keamanan Warga

Kabupaten Jayapura Penulis  Rabu, 11 September 2019 00:37 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

SENTANI - Terkait keberadaan personel TNI-Polri yang mencapai ribuan orang di Tanah Papua, mendapat tanggapan dari Ondofolo Besar Kampung Sereh, Yanto Eluay. Dirinya menilai kedatangan pasukan keamanan TNI-Polri di Papua bukan untuk menakut-nakuti atau menggeruduk Tanah Papua, melainkan untuk menjamin keamanan kepada warga.

Sikap Yanto Eluay ini untuk mengomentari pernyataan sejumlah kalangan yang keberatan dengan kehadiran pasukan TNI/Polri di Tanah Papua untuk misi keamanan, karena dianggap justru akan menimbulkan kecemasan di tengah-tengah masyarakat Papua.

“Saya rasa kita tidak perlu merasa resah dengan keberadaan anggota yang ada, justru kita harus merasa nyaman dengan adanya pasukan TNI-Polri. Ini cara Negara yang tujuannya untuk menciptakan kedamaian,” jelasnya kepada para awak media saat ditemui di Kantor DPRD Kabupaten Jayapura, Kompleks Perkantoran Gunung Merah, Sentani, Selasa (10/9) siang.

Yanto menyebutkan justru malah sebaliknya banyak masyarakat merasa terlindungi dan merasa keamanannya terjamin. Terbukti, aktivitas berjalan lancar tidak lagi dibayangi rasa takut untuk beraktivitas.

“Negara menghadirkan aparatnya di sini tujuannya untuk baik. Jadi perlu diperhatikan sisi positifnya terlebih dahulu, yang bertujuan untuk menciptakan kedamaian sebagai upaya hentikan aksi-aksi anarkis,” papar pria yang juga Politisi Partai Golkar tersebut.

Untuk itu, dirinya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Jayapura harus berfikir positif dalam melihat keberadaan pasukan TNI/Polri di Tanah Papua, itu semata-mata untuk ciptakan keamanan dan kenyamanan bersama. Itu sudah terbukti dari segala aspek aktivitas dan kegiatan berjalan normal seperti biasa tidak didasari rasa cemas dan rasa takut akibat aksi demonstrasi yang berakhir anarkis dan rusuh baru-baru ini yang terjadi di sejumlah tempat.

Harapannya, terhadap pihak TNI dan Polri dalam melakukan keamanan di wilayah Kabupaten Jayapura, tetap mengutamakan langkah-langkah profesional termasuk bisa bekerjasama dengan tokoh adat dan tokoh agama.

“Harus bersinergi dengan semua masyarakat yang ada, tidak boleh jalan sendiri-sendiri untuk ciptakan aksi perdamaian secara bersama-sama,” tukasnya.

Pernyataan sikapnya tersebut, tak lepas dari ketegangan yang terjadi di Papua dan Papua Barat sejak pertengahan Agustus lalu. Hingga sejumlah aksi protes menjalar di berbagai daerah di Bumi Cenderawasih.

Bahkan, ada pula aksi unjuk rasa yang berakhir anarkis dan juga berbuntut perusakan maupun pembakaran terhadap bangunan komersial dan fasilitas publik. Misalnya yang terjadi di beberapa wilayah di Provinsi Papua dan Papua Barat seperti Abepura, Entrop, Kota Jayapura dan Sorong.

Dibaca 39 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.