Diteror Oknum Polisi, Mahasiswa Papua Di Jambi Pulkam | Pasific Pos.com

| 21 September, 2019 |

Mahasiswa Papua bersama orang tuanya bertemu Gubernur Papua, Lukas Enembe, Senin kemarin di Hotel Sahid Entrop, Jayapura. Mahasiswa Papua bersama orang tuanya bertemu Gubernur Papua, Lukas Enembe, Senin kemarin di Hotel Sahid Entrop, Jayapura.

Diteror Oknum Polisi, Mahasiswa Papua Di Jambi Pulkam

Headline Penulis  Selasa, 10 September 2019 02:22 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Mahasiswa Papua yang tengah belajar di luar daerah kini mulai pulang kampung (pulkam) ke daerahnya masing-masing di Papua. Hal ini akibat dari masalah rasis di Kota Surabaya, Malang dan Semarang, alhasil para orang tua meminta anak-anaknya pulang ke Papua agar tidak menjadi korban persikusi atau intimidasi di daerah tempatnya menuntut ilmu.

Adriana Windesy kepada wartawan usai bertemu Gubernur Papua, mengaku bahawa dirinya pulang kembali ke Papua, karena merasa tidak nyaman.

Dikatakan, dia baru kembali ke Jambi awal bulan Agustus kemarin, namun setelah masalah di Surabaya dirinya mendapat telepon dari salah satu oknum Polisi di Jambi, dan diminta untuk bertemu. Namun, dirinya mulai tidak nyaman karena oknum tersebut minta pertemuan di rumah kos.

Jadi, waktu oknum Polisi itu telepon, saya tanyakan dari mana, katanya dari kepolisian, yang saya pertanayakan beliau (polisi) minta ketemu di rumah kos dan membahas masalah yang terjadi di Surabaya, seharusnya hubungi orang tua wali mahasiswa di jambi, atau ketua himpunan mahasiswa Papua, makanya saya hubungi orang tua dan kembali ke Jayapura," kata Adrina mahasiwa Universitas Jambi Program Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK).

Hal senada disampaikan kakanya, Bernard Windesy, mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) bahwa dia dan teman-temannya merasa tidak nyaman kalau sudah keluar dari lingkungan kampus.

"kalau kami di dalam kampus itu aman saja, kalau sudah keluar, teman-teman selalu telepon jangan keluar malam, dan jika ingin keluar rumah harus pake jaket tutup kepala dan masker," katanya.

Dia mengatakan, belum tahu berapa banyak mahasiswa di Bandung yang sudah pulang ke Papua, dirinya masalah ini cepat selesai dan aparat keamanan bisa memberikan jaminan keamanan, sehingga anak-anak Papua bisa kembali dan melanjutkan sekolah kembali. harapnya.

Sementara itu, Helena Windesy orang tua dari kedua mahasiswa ini didepan Gubernur Papua berharap bisa mengambil satu kebijakan agar anak-anaknya bisa kembali kuliah.

"saya sebagai orang tua harap, bapak Gubernur bisa segera mengambil kebijakan, agar anak-anak kami bisa kembali ke kota studi mereka diluar Papua, ini baru saya sendiri, pasti mama-mama Papua yang lainnya akan datang bertemu bapak Gubernur," ucapnya.

Helena mengaku, setelah mendapat telepon dari anaknya di Jambi, dia langsung pergi ke Polda Papua dan melaporkan masalah ini, dan Polda Papua melalui Bidang Propam sudah konfirmasi nomor telepon yang menghubungi anaknya. Dimana, oknum tersebut mengaku sebagai Komisaris Polisi Ahli Sadikin yang bertugas di Polda Jambi.

Sementara Gubernur Papua Lukas Enembe mengaku dibuat pusing dengan kepulangan 200-an mahasiswa papua.

Mestinya, sambung Lukas, para mahasiswa itu tak perlu kembali ke Papua sebab sudah ada jaminan keamanan dari TNI/Polri serta kepala daerah setempat.

“Saya sampaikan waktu itu kalau di Negara NKRI tidak aman yah kita pulangkan (mahasiswanya), Tapi kalau daerahnya aman, tidak usah pulang. Mereka datang kemauan sendiri, jadi ini kita pusing mengatur mereka mau taruh (tempatkan) dimana,” jelas dia di Jayapura, Senin (9/9/2019).

Oleh karena itu, dalam waktu dekat Lukas mengagendakan untuk mengundang Gubernur dan DPRD Papua Barat guna membahas kepulangan ratusan mahasiswa tersebut.

“Tapi bisa saja mereka nanti para mahasiswa ini dikembalikan ke tempat studi awal. Hanya memang keputusan terakhir tergantung mereka (mahasiswa itu sendiri). Hanya sekarang belum ada komunikasi dengan mereka,” pungkas.

Sebelumnya, sekitar 200-an mahasiswa dikabarkan pulang kembali ke Papua karena merasa trauma dan terancam dengan sikap rasis oknum aparat keamanan di Surabaya. Seluruh mahasiswa asal Papua di nusantara, diketahui telah bersepakat kembali ke bumi cenderawasih.

Dibaca 59 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.