Langgar Aturan, Bangunan Bisa Dibongkar | Pasific Pos.com

| 12 December, 2019 |

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Merauke, H.B.L.Tobing (foto:iis) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Merauke, H.B.L.Tobing (foto:iis)

Langgar Aturan, Bangunan Bisa Dibongkar

Papua Selatan Penulis  Senin, 09 September 2019 13:53 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,- Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Merauke, H.B.L.Tobing mengemukakan bahwa di seputaran Kota Merauke masih banyak bangunan yang dibangun tanpa memenuhi aturan yang berlaku sehingga dipandang perlu untuk diambil tindakan. Di antaranya melanggar daerah sempadan sungai, sempadan pantai dan komponen lainnya yang akan menjadi fokus pengawasan antara lain, bangunan tersebut tidak boleh melanggar ruang terbuka hijau, bukan merupakan daerah resapan, tidak termasuk kawasan lindung dan lain sebagainya.

Menurutnya, undang-undang dan peraturan dibuat sebenarnya untuk mengamankan masyarakat agar tidak membangun di daerah-daerah rawan. Misalnya saja untuk jarak 100 meter dari sungai, semua diterapkan agar ketika terjadi banjir atau arus yang kuat maka tidak akan mengenai bangunan tersebut. “Sanksi pertama yang akan dilakukan untuk bangunan yang melanggar adalah berupa teguran. Namun jika tidak diindahkan maka bisa berlanjut ke tahap pembongkaran atau disidangkan dan pembayaran denda,”ujarnya kepada wartawan di auditorium Kantor Bupati Merauke Kamis lalu.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, Tim Teknis Pengawasan Pemanfaatan Ruang akan bertugas untuk mengawasi bangunan yang tidak sesuai dengan arahan ruang, tidak memiliki ijin atau bangunan yang memiliki ijin namun mengabaikan instruksi. Jika aturan yang ada tidak dipatuhi maka bangunan tersebut tetap harus dibongkar, apalagi jika tidak ada permohonan tentang pemanfaatan ruang. “BPN saja ketika akan mengeluarkan sertifikat juga meminta arahan ruang terlebih dahulu dari Dinas PU. Setelah itu ketika akan membangun maka si pemohon harus mengajukan lagi permohonan untuk IMB,”pungkasnya.

Dibaca 73 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.