Penanganan Perkara Penyalahgunaan KUR di BRI Cabang Sorong Dinilai Tebang Pilih | Pasific Pos.com

| 18 October, 2019 |

Penanganan Perkara Penyalahgunaan KUR di BRI Cabang Sorong Dinilai Tebang Pilih

Papua Barat Penulis  Sabtu, 07 September 2019 13:31 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sorong dinilai tebang pilih dalam penanganan dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) penyalahgunaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BRI Cabang Sorong pada 2017.

Sebab, dalam proses permohonan pencairan dana KUR terhadap 11 debitur di BRI Cabang Sorong, bukan hanya diprakarsai terdakwa, Jansen Sahentumbage, tetapi diproses bersama-sama rekannya berinisial SV.

“Sangat jelas sudah terbukti peran SV sebagai accounting officer (AO), tetapi kenapa kejaksaan hanya menetapkan Jansen Sahentumbage sebagai tersangka. Itu tidak adil,” kata kuasa hukum Jansen Sahentumbage, Jatir Yuda Marau, SH, CLA kepada Tabura Pos di salah satu kafe di Manokwari, Rabu (4/9).

Diungkapkannya, keterlibatan SV, karena bersama Jansen Sahentumbage melakukan proses pengajuan dan pencairan dana KUR terhadap 11 debitur, seperti yang dijelaskan SV di persidangan.

Namun, ungkap dia, SV tidak ditetapkan menjadi tersangka, tetapi justru dijadikan saksi. Menurut dia, kliennya bukan satu-satunya oknum di BRI Cabang Sorong yang berperan sebagai pemohon dan pemutus KUR, tetapi masih ada peran orang lain yang harus bertanggung jawab, yakni Kepala BRI Cabang Sorong, dalam struktur jabatan bertindak sebagai pemutus kredit.

“SV dan pemutus kredit harus ikut bertanggung jawab dalam perkara ini. terbukti dari fakta persidangan,” jelas Marau.

Ia mengaku akan tetap mengacu pada fakta persidangan untuk memperjuangkan nasib kliennya. “Kasus ini ganjil. Saya berharap JPU Kejari Sorong dan majelis hakim PN Manokwari bersikap objektif dan mengacu pada fakta persidangan untuk menjawab rasa keadilan terhadap Jansen Sahentumbage,” ujar Marau.

Sebelumnya, JPU Kejari Sorong, Imam Ramdoni menjelaskan, kasus tipikor dugaan penyalahgunaan KUR di BRI Cabang Sorong mulai dilidik pihak Kejari Sorong sejak Januari 2019.

“Kasus ini berdasarkan laporan masyarakat ke Kejari Sorong, kemudian ditangani langsung penyidik Kejari Sorong,” katanya kepada Tabura Pos di PN Manokwari, Rabu (4/9).

Dalam prosesnya, lanjut Ramdoni, pihaknya menemukan adanya indikasi penyalahgunaan KUR di BRI Cabang Sorong pada 2017, kemudian diikuti dengan penetapan 2 tersangka, yaitu AO BRI Cabang Sorong, Jansen Sahentumbage dan Zukri Irawan (DPO) yang berperan sebagai calo.

Diterangkannya, unsur tindak pidana yang ditemukan yakni pengajuan KUR oleh para debitur yang tidak tepat sasaran, tetapi pencairannya tetap diproses terdakwa, dengan mengajukan berkas berupa identitas yang dipalsukan dan anggunan yang tidak jelas keberadaannya.

Dicecar apakah dalam proses penyidikan ditemukan kerja sama dengan instansi terkait untuk menerbitkan anggunan yang tidak jelas datanya, ia mengaku, pihaknya akan mencoba menggalinya dalam proses persidangan.

Ditanya apakah Kepala BRI Cabang Sorong tidak ada unsur keterlibatannya dalam proses pemulusan berkas para debitur untuk pencapaian target, Ramdoni menerangkan, sejauh ini, Pasal 55 masih mengacu terhadap Zukri Irawan sebagai orang yang ikut membantu.

“Kita lihat dulu fakta persidangan seperti apa, baru kita gali lebih dalam untuk mengetahui keterlibatan orang lain dalam penyalahgunaan KUR di BRI Cabang Sorong,” pungkas Ramdoni. [BOM-R1] 

Dibaca 115 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.