Imran, Terdakwa Pembunuhan Musa Gasim Dituntut JPU 3 Tahun Penjara | Pasific Pos.com

| 20 September, 2019 |

Imran, Terdakwa Pembunuhan Musa Gasim Dituntut JPU 3 Tahun Penjara

Papua Barat Penulis  Sabtu, 07 September 2019 13:29 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Manokwari, Benony A. Kombado, SH, MH menuntut terdakwa, Imran (22 tahun) selama 3 tahun pidana penjara dikurangi masa tahanan dalam kasus tindak pidana pembunuhan.

Tuntutan JPU dibacakan dalam persidangan yang dipimpin ketua majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Manokwari, Rodesman Aryanto, SH, Kamis (5/9).

JPU juga meminta barang bukti 1 kemeja lengan panjang berwarna coklat bermotif kotak-kotak, 1 celana panjang Jeans berwarna hitam, 1 pasang sarung tangan hitam, 1 badik sepanjang 27 cm dengan sarungnya dan 1 pasang sepatu CAT, dirampas untuk dimusnahkan.

Menurut Benony, berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan atas keterangan saksi dan dibenarkan terdakwa, maka terdapat kesesuaian yang menunjukkan fakta telah terjadi tindak pidana pembunuhan terhadap korban, almarhum Musa Gasim oleh terdakwa, Imran, di Jl. Sujarwo S. Condronegoro, tepatnya di depan Yapis Manokwari, Rabu (20/3) sekitar pukul 12.05 WIT.

Perbuatan itu bermula ketika terdakwa, Imran sedang duduk di atas sepeda motor, tiba-tiba terlibat percekcokan dengan korban. Merasa rishi dengan tindakan korban, sontak bergegas berdiri dari sepeda motornya sambil mengeluarkan badik yang diselipkan di balik celana, lalu menggemgam badik itu dan mengayunkannya ke arah korban secara membabi buta.

Korban yang tidak bisa menghindari serangan terdakwa, terkena tusukan di bagian dada kiri yang menyebabkan korban terjatuh dan tidak sadarkan diri. Tubuh korban terus mengeluarkan darah, sehingga meninggal dunia saat dilarikan ke RSUD Manokwari.

JPU mengungkapkan sebagaimana hasil visum et repertum dengan Nomor: 353/27/2019 yang dikeluarkan RSUD Manokwari tertanggal 22 Maret 2019, menerangkan, korban meninggal dunia akibat trauma benda tajam di dada kiri disertai pendarahan aktif.

Selain itu, di tubuh korban ditemukan luka tusuk di dada kiri ukuran dengan panjang 5 cm, lebar 4 cm, dan kedalaman 9 cm serta luka sobek di telunjuk ibu jari telunjuk kiri.

Berdasarkan uraian di atas, JPU menjelaskan, terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana secara sengaja menghilangkan nyawa orang lain sebagaimana diatur dan diancam Pasal 338 KUHPidana.

Usai mendengarkan tuntutan JPU, majelis hakim menutup sidang dan meminta terdakwa menyiapkan pledoi (pembelaan) untuk dibacakan dalam sidang pekan depan.

Mendengar tuntutan terhadap terdakwa, istri dari almarhum, Musa Gasim menangis histeris, karena tidak terima dengan tuntutan terhadap terdakwa. Dia menilai hukuman itu terlalu rendah, tidak sebanding dengan nyawa suaminya yang direnggut secara paksa. [BOM-R1] 

Dibaca 71 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX