Kabandara Dan Staf Kompak Kenakan Pakaian Adat | Pasific Pos.com

| 21 January, 2020 |

Nampak pakaian adat yang digunakan oleh Kabandara dan staf (foto:ist) Nampak pakaian adat yang digunakan oleh Kabandara dan staf (foto:ist)

Kabandara Dan Staf Kompak Kenakan Pakaian Adat

Papua Selatan Penulis  Jumat, 06 September 2019 13:05 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Ada yang berbeda dengan penampilan seluruh staf yang ada di lingkup Bandara Mopah Kelas 1 Merauke pada Hari Selasa lalu karena tidak seperti biasanya, mereka kompak mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah. Tentunya menjadi sebuah pemandangan yang unik dan sangat menarik untuk dilihat, terlebih ketika staf melaksanakan tugas keseharian mereka. Terkait dengan hal itu, Kepala Bandara Mopah Kelas 1 Merauke, Agus Irianto mengemukakan bahwa penggunaan pakaian adat sesuai dengan surat edaran Menteri Perhubungan tentang pakaian dinas pegawai Kementerian Perhubungan.

Disampaikan kepada seluruh pegawai dan tenaga kontrak Kantor UPBU Kelas 1 Mopah Merauke bahwa untuk melestarikan budaya daerah di Indonesia serta untuk membentuk kedisiplinan, keseragaman dan ketertiban penggunaan pakaian dinas harian dalam membangun identitas pegawai di lingkungan Kementerian Perhubungan, untuk itu telah ditetapkan bahwa setiap Hari Senin, Rabu dan Kamis mengenakan pakaian dinas harian dilengkapi dengan atribut yang sesuai aturan perhubungan nomor 72 tahun 2018 sedangkan khusus Hari Selasa wajib mengenakan pakaian nasional yang berasal dari berbagai daerah.

Untuk Hari Jumat tetap menggunakan pakaian batik dan kelengkapan lainnya yang sesuai. “Surat edaran ini sudah dikeluarkan sejak 26 Agustus 2019 dan kita sudah mulai melaksanakan pada 3 September lalu. Memang semua berjalan secara bertahap karena belum semua mengenakan pakaian adat. Hal ini disebabkan pegawai juga harus menyesuaikan dengan medan kerja di lapangan,”terang Agus kepada ARAFURA News di ruang kerjanya kemarin. Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk bagian tata usaha tetap menggunakan pakaian adat namun yang bekerja untuk operasional di lapangan tidak diharuskan. Ketetapan ini berlaku serentak di seluruh Indonesia dan di Kabupaten Merauke sangat merespon positif. Untuk perdana, pakaian adat Papua yang paling menonjol namun di waktu-waktu mendatang tentunya akan lebih bervariasi lagi. Ia berharap dengan penerapan ini maka dapat semakin menumbuhkan rasa kecintaan kepada negeri ini dan pihaknya sangat mendukung. Pegawai dapat mengenakan pakaian tradisional dari daerah manapun, misalnya jika pegawai tersebut berdarah Jawa atau Makassar maka bisa menggunakan pakaian khas Papua, Sumatera dan lain sebagainya. “Pakaian adat ini adalah cermin dari budaya bangsa Indonesia dengan berbagai macam motif dan corak sebagai wujud dari adanya perbedaan namun kita tetap satu,”pungkas Agus.

Dibaca 161 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik