Pemanfaatan Pangan Lokal, ‘Sebagai Sumber Asupan Gizi Bagi Balita Di Perbatasan RI PNG’ | Pasific Pos.com

| 21 November, 2019 |

Pemanfaatan Pangan Lokal, ‘Sebagai Sumber Asupan Gizi Bagi Balita Di Perbatasan RI PNG’

Papua Selatan Penulis  Jumat, 06 September 2019 12:52 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Sesuai dengan Undang-Undang Guru dan Dosen Tahun, menyebutkan bahwa tugas dosen meliputi tridarma (tiga darma), salah satu darma pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat merupakan implementasi secara nyata dalam bermasyarakat, artinya sebagai dosen bukan hanya melakukan tugas mengajar kepada mahasiswa saja akan tetapi juga mengimplementasikan hasil penelitian serta ilmu yang dimiliki langsung kepada masyarakat. Ilmu yang diterapkan langsung ke masyarakat akan lebih dapat dengan lengsung berguna dibanding dengan menunggu masyarakat untuk datang mengundang ilmu dari dosen tersebut. Secara nyata kehadiran ilmu yang dibawa dosen kepada masyarakat akan lebih mengena dengan kebutuhan masyarakat. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan dan pendampingan pemanfaatan bahan pangan lokal menjadi olahan makanan yang sehat dan menyehatkan bagi para balita di kampung sota yang mudah diperoleh.

Universitas Musamus yang telah hadir sebagai Perguruan Tinggi Negeri di ujung Timur Indonesia, mempunyai andil besar untuk menyelenggarakan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat khususnya di Kabupaten Merauke. Sebagai Universitas Negeri, Universitas Musamus mempunyai peran aktif dalam mendistribusikan ilmu keseluruh masyarakat salah satunya melalui program Pengabdian pada Masyarakat (PKM). Pada tahun 2019, salah satu tim dari pengabdian masyarakat yang beranggotakan Adi Sumarsono, S.Pd, M.Pd (ketua), Nurcholis S.Pt.,M.Si (anggota), dan Sri Winarsih S.Pd, M.Pd (anggota) telah lolos program pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan oleh Simlibtabmas Dikti pada Skim Program Kemitraan Mayarakat (PKM) pendanaan tahun 2019. Mengusung judul pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber Asupan Gizi bagi Balita di Perbatasan RI/PNG, tim pengabdian sukses menjadi bagian dari lima tim yang lolos SIMLIBTABMAS DIKTI.

Dasar dari pengajuan proposal yang di ajukan, didasarkan hasil observasi yang dilakukan pada kebanyakan perilaku penduduk lokal yang belum maksimal dalam menggunakan hasil pangan lokal sebagai bahan baku penunjang makanan khususnya makanan Balita. Kenyataan ini di perkuat dengan pengakuan warga lokal yang berdomisili didaerah kampung Yanggandur, Kampung Sota, serta warga lokal di kampung Erambu, dari ketiga daerah tersebut merupakan daerah yang menjadi pembatas negara antara negara Republik Indonesia dan Negara Papua New Guinie (PNG). Pangan lokal yang sering dimiliki oleh penduduk lokal yang biasanya ditanam di pekarangan rumah, terdiri dari betatas, singkong, pisang dan ubi serta hasil tangkapan ikan dan daging hasil buruan dari hutan hanya diolah dengan cara praktis yaitu dibakar atau hanya digoreng saja. Berdasarkan hasil penuturan warga lokal hal itu dilakukan karena pengetahuan dan segi kepraktisan dalam mengolah untuk dapat cepat dinikmati saja. Selain berdasarkan dari hasil observasi dari penuturan warga, pada kegiatan studi pendahuluan dari kebutuhan warga juga dilakukan kajian mendalam dari klarifikasi fihak Puskesmas Sota yang menuturkan pengetahuan warga lokal dalam mengolah makanan untuk Balita masih kurang bervariasi.

Berdasarkan dari permaslahan dan hasil studi kebutuhan warga lokal yang berdomisili di daerah Perbatasan RI/PNG inilah yang menggerakkan hati dan pikiran bagi dosen untuk bisa mengaplikasikan ilmu yang dimiliki dapat bermanfaat bagi Masyarakat. Program Kemitraan yang diusulkan dengan menggandeng Mitra 1 (satu) Puskesmas Sota dan Mitra 2 (dua) kepala kampung Sota Distrik Sota Kabupaten Merauke. Pelaksanaan pengabdian yang di lakukan ini menggunakan tiga metode, yaitu pelatihan, penerapan dan pendampingan. Kegiatan yang telah dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2019 bertempat di kantor Puskesmas Sota kantor lama, diikuti oleh warga disekitar Puskesmas Sota yang bertepatan dengan kegiatan Posyandu. Kegiatan yang dilakukan, dimulai dengan sosialisasi Gizi, sumber Gizi dan memperoleh makanan untuk mencukupi gizi yang disampaikan oleh Adi Sumarsono, S.Pd, M.Pd yang mempunyai latar belakang keilmuan dibidang kesehatan dan olahraga. Setelah kegiatan sosialisasi, dilakukan kegiatan kedua yaitu penerapan ilmu yang langsung diaplikasikan dalam bentuk mengolah makanan lokal menjadi makanan yang mempunyai kreasi dilihat dari cara membuat, cara mengolah dan cara mendapatkan gizi dari olahan pangan lokal tersebut. Warga sangat antusias baik dari pemaparan keilmuan Gizi maupun dari praktek mengolah makanan yang dilakukan dengan cara tutorial dan dilanjutkan warga langsung melakukan sendiri. Adapun secara bukti kegiatan dapat dilihat sebagai berikut:pemaparan sosialisi gizi, kegiatan Posyandu, penerapan praktek pembuatan olahan pangan lokal.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan langsung peran mama-mama Papua dalam memaksimalkan peran dalam memenuhi kegutuhan gizi anak-anaknya dilakukan secara pembelajaran teori dan dilanjutkan dengan praktek langsung membuat jenis olahan pangan lokal. Hasil dari kegiatan kemitraan masyarakat yang telah dilaksanakan ini didapatkan manfaat yang sangat besar bagi mayarakat yang tinggal di daerah perbatasan RI/PNG. Secara hasil dari kegiatan ini adalah pertama, kegiatan posyandu yang dilakukan setiap bulan tidak hanya datang ke puskesmas dan memeriksakan pertumbuhan anak-anaknya, akan tetapi adanya partisipasi masyarakat dalam bentuk belajar memasak dengan mengolah jenis pangan lokal menjadi jenis olahan pangan yang beragam. Kedua, pengetahuan warga khususnya mama-mama papua dalam mengolah makanan menjadi berkembang. Ketiga, pangan lokal yang sering hanya digunakan hanya sebagai makanan alternatif kini dapat ditingkatkan peran dalam memenuhi kebutuhan gizi melalui olahan yang beragam. Keeempat, jika selama ini jika mendapatkan ikan maupun daging hasil berburu hanya dijual atau hanya dibakar maka melalui kegiatan ini dapat dimaksimalkan menjadi olahan pangan yang bertahan lama waktu konsumsinya. Kelima, warga sudah mulai belajar untuk membuat olahan pangan dalam jumlah besar bahkan ada niat akan sambil berdagang makanan sehat untuk mendukung ekonomi keluarga.

Secara terpisah Program Pengabdian Mayarakat ini mempunyai andil besar dalam memberikan pemahaman, penalaran dan implementasi langsung yang dapat dirasakan mayarakat sebagai salah satu solusi efektif dalam menanggulangi dan menghindarkan keluarga dan Balita dari bahaya status Gizi buruk dan juga kurang Gizi. Melalui kegiatan ini selain dilaksnakan oleh dosen juga melibatkan mahasiswa dari berbagai jurusan berbeda. Melalui pelibatan diri mahasiswa diharapkan dapat menambah motivasi dan semangat serta pembelajaran langsung serta mengajarkan prinsip bahwa keberadaan ilmu yang dimiliki sedikit apapun akan terasa sangat besar hasilnya jika sudah di aplikasikan langsung kepada masyarakat dan juga sebaliknya.

Ucapan terimakasih kepada SIMLIBTABMAS Ristek Dikti pada skim Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan No. Kontrak 064.2/UN52.8/PM/2019 yang telah memberikan kepercayaan dalam bentuk pendanaan. Ucapan terimakasih juga kami sampaikan kepada Rektor Universitas Musamus Bapak Profesor. Dr. Philipus Betaubun, S.T., M.T yang telah memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada dosen untuk selalu berkembang mengabdi kepada bangsa dan negara. Ucapan terima kasih juga diasmpaikan kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Musamus yang telah memfasilitasi kegiatan pengabdian ini dapat terlaksana. Seiring harapan melalui kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, bagi bangsa dan bagi negara tercinta Indonesia. Melalui program ini pula semoga dapat meningkatkan dan selalu memupuk rasa persaudaraan Izakod Bekai Izakod Kai, Satu Hati Satu Tujuan di tanah Merauke tercinta.

Dibaca 73 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.