Jaga Kamtibmas Di Tanah Papua, TNI Dan Polri Bersama Masyarakat Gelar Bakar Batu | Pasific Pos.com

| 21 September, 2019 |

Jaga Kamtibmas Di Tanah Papua, TNI Dan Polri Bersama Masyarakat Gelar Bakar Batu

Info Papua Penulis  Jumat, 06 September 2019 12:12 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura, - Dalam rangka menjaga Kamtibmas di Tanah Papua paska kerusuhan 29 Agustus lalu, digelar upacara bakar batu di Depan SPBU Hawai distrik Sentani kabupaten Jayapura. Acara bakar batu dihadiri anggota TNI dan Polri bersama masyarakat.

Wakil bupati Jayapura, Giri Wijayantoro dalam sambutannya mengatakan bahwa belum lama ini kita sama-sama tahu, bahwa masyarakat kabupaten Jayapura terkena musibah bencana alam banjir bandang yang merusak infrastruktur dan sarana umum lainnya. "Cobaan alam ini sebagai instruksi diri kalau kita harus menjaga dan merawat alam di sekitar kita. Mulai hari ini dan kedepan semoga kamtibmas semakin aman, damai, rukun antar suku, agama dan golongan. Kerukunan dan kedamaian kabupaten Jayapura bisa menjadi contoh di provinsi-provinsi lain di Indonesia," ujar wakil bupati.

"Mari kita sama-sama bergandeng tangan mewujudkan situasi aman dan nyaman. Saya ucapkan pada pihak apkam TNI/Polri yang sudah membantu memberikan rasa aman dan kenyamanan pada masyarakat. Kita bergandeng tangan satu sama lain dalam membangun kabupaten Jayapura untuk lebih sejahtera dan mandiri," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama Ketua Lapago Agus Rawa Kogoya mengatakan sebagai masyarakat adat Lapago dirinya mengucapkan terima kasih atas perhatian dari pemerintah pusat dan daerah dalam memulihkan kamtibmas pasca aksi demo damai yang berujung anarkis. "Masyarakat adat Lapago bersama pemda, Apkam TNI/Polri, tomas, toga, toper mendukung sepenuhnya perdamaian di Tanah Papua. Papua tanah Injil yang cinta damai, kita disini sama-sama mencari makan dan menjunjung tinggi adat-istiadat. Mulai sekarang tidak ada lagi demo-demo yang merugikan kita sendiri juga orang lain. Mari kita sama-sama membangun Papua menjadi lebih baik, saya juga mohon adek-adek yang masih ditahan oleh pihak apkam untuk segera dibebaskan. Sebagai Ketua Lapago apa yang saya sampaikan itu mewakili keputusan seluruh masyarakat adat Lapapo. Kami mohon maaf kepada para korban atas demo kemarin yang mengakibatkan harta benda terbakar dan fasilitas umum rusak. Kita sepakat untuk selalu menjaga perdamaian di Tanah Papua," ujar Ketua Lapago.

Sementara itu Jhon Arebo selaku Ketua Pemuda Adat Papua mengatakan aksi demo kemarin yang anarkis karena ada pihak lain yang menungganginya. " Kami sebagai pemuda Papua menyesalkan tindakan yang tidak terpuji tersebut yang tidak menggambarkan pribadi orang Papua. Pemuda Papua silahkan menyalurkan aspirasinya di muka umum tetapi sesuai hukum dan tidak merugikan orang lain apalagi sampai merusak fasilitas umum," ujar tokoh pemuda.

Menjawab semua pernyataan masyarakat, Mayjen TNI Herman Masyaribab mengajak seluruh masyarakat agar menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat. " Keamanan dan kenyamanan tercipta karena sinergitas TNI/Polri dengan masyarakat. Yang sudah terjadi biarlah berlalu dan kita buka lembaran baru dalam menyongsong Papua yang lebih aman dan nyaman," ujar Mayjen TNI Herman Asaribab.

Sementara itu Irjen Pol. Martuani Siregar (Asops Kapolri) mengajak seluruh masyarakat untuk saling memaafkan, karena memaafkan lebih baik sesuai yang diajarkan Tuhan Yesus Kristus pada umatnya. "Manusia diciptakan karena kasih, maka kasihilah sesama umat yang ada di muka bumi. Anak Papua adalah anak-anak yang hebat dan banyak yang menjadi pejabat dan atlit yang profesional di Ibukota. Kedepan kita akan duduk bersama-sama dengan pemerintah, para tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan tokoh perempuan membahas masa depan Papua yang lebih maju dan sejahtera," ujarnya.

Dibaca 85 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.