Isu Yang Beredar Tidak Pengaruhi Aktifitas Sekolah | Pasific Pos.com

| 15 November, 2019 |

Para siswa saat belajar di dalam kelas (foto:iis) Para siswa saat belajar di dalam kelas (foto:iis)

Isu Yang Beredar Tidak Pengaruhi Aktifitas Sekolah

Papua Selatan Penulis  Rabu, 04 September 2019 16:49 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

‘SMA Negeri 2 Tetap Masuk Seperti Biasa’

 

MERAUKE,ARAFURA,-SMAN 2 Merauke tetap melaksanakan aktifitas belajar mengajar meskipun isu terkait dengan adanya aksi demo yang akan dilakukan kemarin gencar berhembus dan membuat resah masyarakat. Apalagi kecemasan yang melanda karena adanya rasa kuatir akan kondisi keamanan daerah saat aksi berlangsung. Namun ternyata informasi tersebut memang hanya sekedar isu belaka karena realitanya, kondisi Kota Merauke masih aman-aman saja dan masyarakat tetap melaksanakan aktifitas seperti biasa.

Oleh sebab itu selaku kepala sekolah, Djils Asrico Sahede berupaya bijak dalam melihat situasi tersebut dan akhirnya menyepakati dengan dewan guru untuk tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Menurutnya, selama belum ada instruksi dari pimpinan atau atasan untuk libur maka aktifitas sekolah tetap berjalan. Pihaknya menyerahkan semua kepada aparat keamanan dan yakin bahwa pemerintahpun tetap akan melindungi rakyatnya. “Memang isu yang ada sempat membuat resah dan para guru juga menanyakan tentang hal itu. Tetapi jika kita meliburkan sekolah, tentu harus ada alasan yang jelas. Kalaupun ada sesuatu yang genting pasti semua sudah dikomunikasikan sejak awal.

Sekolah juga pro aktif melakukan koordinasi terkait kondisi yang ada sehingga ketika ada kepastian bahwa situasi masih aman barulah diambil keputusan sekolah tetap berjalan,”ungkapnya kepada ARAFURA News di SMAN 2 kemarin. Lebih lanjut ia mengungkapkan, para siswa yang bersekolah di SMAN 2 juga banyak yang memiliki orang tua aparat keamanan sehingga komunikasi tetap masih berjalan baik. Meskipun pihak sekolah sering mendapat telepon dari orang tua siswa namun berkat penjelasan yang baik dari para guru merekapun menjadi tenang.

Hanya saja khusus untuk Hari Rabu kemarin, sekolah memang memberikan kelonggaran bagi siswa yang terlambat datang hingga pukul 07.30 WIT karena alasan keamanan. “Sebab ada pihak orang tua yang merasa kuatir jika anaknya berangkat terlalu pagi dengan alasan keamanan. Kami memaklumi itu dan tidak apa-apa, yang penting anak tetap masuk sekolah. Memang aturan harus diterapkan namun kita juga menyesuaikan dengan situasi yang ada dan tetap berkomunikasi dengan orang tua,”jelasnya.

Dibaca 83 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.