Danrem: Masyarakat Tidak Mau Dibodohi Dengan Provokasi | Pasific Pos.com

| 15 November, 2019 |

Danrem 174/ATW, Brigjen TNI R.Agus Abdurrauf Danrem 174/ATW, Brigjen TNI R.Agus Abdurrauf

Danrem: Masyarakat Tidak Mau Dibodohi Dengan Provokasi

Papua Selatan Penulis  Selasa, 03 September 2019 12:42 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Danrem 174/ATW, Brigjen TNI R.Agus Abdurrauf menegaskan bahwa saat ini masyarakat tidak mau lagi dibodohi dengan adanya provokasi dalam bentuk apapun. Terlebih jika ada pihak yang menunggangi isu-isu yang ada maka akan sangat berbahaya. Oleh sebab itu semua tindakan yang mengandung provokasi akan ditindak tegas dan begitu pula halnya untuk tindakan-tindakan yang sarat dengan ujaran kebencian sangat ditentang. Pihaknya mengutuk keras adanya tindakan seperti itu dan kepada semua kalangan diminta untuk selalu bersama-sama bersinergi mencegah terjadinya hal-hal yang dapat memecah belah dan senantiasa bijak menyikapi masalah yang ada.

“Tetap berupaya untuk mencari solusi yang terbaik sehingga tindakan provokasi yang mengganggu kedamaian dapat dieliminir,”ungkapnya pada rapat koordinasi dengan Forkopimda, FKUB, TNI, POLRI dan tokoh masyarakat dalam rangka mengantisipasi perkembangan situasi serta menciptakan Kamtibmas yang kondusif di aula Mapolres Senin lalu. Lebih lanjut Danrem mengungkapkan, selebaran yang marak beredar dan bersifat menghasut masyarakat bermula dari kejadian beberapa waktu lalu di Surabaya. Menurutnya, kejadian yang berawal dari Kota Surabaya itu seharusnya tidak perlu terjadi karena memang akan sangat menyakitkan hati siapa saja. Sebagai manusia tentu merasakan sakit hati ketika dirinya dihina apalagi dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi dan informasi saat ini sehingga informasi apa saja bisa sampai dengan begitu cepat.

Khususnya informasi yang menggunakan media massa sehingga dapat menyebabkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi jika didengung-dengungkan oleh pihak atau orang-orang yang menginginkan agar kita tidak tentram dan tidak aman. Diakui bahwa karateristik masyarakat memang berbeda-beda namun begitu tetap diminta untuk saling menjaga diri dan lisan sehingga tidak menyakitkan hati orang lain. “Saya yakin di dalam lubuk hati yang paling dalam tidak ada yang namanya rasisme itu dan tindakan apapun yang bersifat rasis tetap tidak dibenarkan. Mudah-mudahan kita semua menyadari hal ini dan kita patut bersyukur karena di Merauke masih bisa mempertahankan kedamaian,”pungkas sang jenderal.

Dibaca 55 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.